Apfindo Desak Kemdag Terbitkan Izin Impor Sapi

JAKARTA. Meski rekomendasi impor sapi bakalan dari Kementerian Pertanian (Kemtan) sudah keluar, persetujuan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemdag) belum juga turun. Kondisi ini membuat Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) bingung.

Karena itu, Apfindo mendesak pemerintah segera menerbitkan SPI kuartal kedua sebanyak 250.000 ekor sapi bakalan. Direktur Eksekutif Apfindo Johny Liano bilang, penerbitan SPI mendesak dilakukan agar perusahaan penggemukan sapi dapat bergerak cepat, sehingga pemasukan sapi bakalan tidak terlambat. “Sampai saat ini, izin impor dari Kemdag belum juga terbit,” ujarnya kepada KONTAN, Minggu (8/5).

Johny menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku, izin impor terbit paling lambat dikeluarkan 30 April 2016 lalu. Namun hingga pekan pertama bulan Mei, para importir belum juga mengantongi izin.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri,                Karyanto Suprih menegaskan, Kemdag telah mengeluarkan SPI pada empat importir. Sisanya akan diterbitkan paling lambat pekan ini.

Lambatnya penerbitan SPI ini terjadi lantaran pengajuan permohonan online SPI dari importir baru mulai pada 30 April 2016. Sementara, permohonan persetujuan impor yang sudah masuk dengan melampirkan rekomendasi impor (rekom) Kemtan ada 44 perusahaan untuk 213.723 ekor sapi bakalan. “Pembagian alokasi kepada feedlooter dilakukan oleh Kemtan dan disebutkan dalam rekomendasi yang diterbitkan Kemtan,” ujarnya.

Direktur Perbibitan dan Produksi (Dirbitpro) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kemtan Surachman Suwandi menganggap persoalan ini tak lagi tanggung jawab kementeriannya. Sebab, Kemtan telah menyelesaikan tugas dengan mnerbitkan rekomendasi pada akhir April 2016 lalu.

Dengan keluarnya rekomendasi ini, selanjutnya Kemdag yang seharusnya menindaklanjuti dengan mengeluarkan izin impor. “Rekomendasi impor telah diterbitkan oleh Kemtan, segera setelah rapat terbatas pembatasan kuota impor sapi bakalan selesai pada akhir April lalu,” tuturnya.

Surachman mengatakan, sudah ada prosedur standar (SOP) pemberian izin impor. Karena itu, ia meminta para importir mengikuti SPO yang sudah berlaku. “Saya yakin SPI akan segera terbit dalam waktu dekat,” ujarnya.

Menurut Surachman, Kemtan telah menimbang dengan cermat volume impor sapi bakalan kuartal kedua ini. Salah satu pertimbangannya adalah melihat kebutuhan pasar sekaligus stok yang sudah ada di perusahaan importir atau feedlooter

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: