Bulog Akan Impor 10.000 Ton Daging Sapi Jelang Puasa

sapi

Jakarta. Upaya Presiden Joko Widodo menurunkan harga daging sapi jelang Ramadan dan lebaran tahun ini berkisar Rp 80.000 per kilogram (kg) masih belum membuahkan hasil. Saat ini, harga daging sapi berdasarkan hasil pantauan pasar Kementerian Perdagangan (Kemdag) rata-rata Rp 113.180 per kilogram (kg) di Jakarta dan Rp 113.290 per kg di tingkat nasional.

Padahal, pemerintah sudah menugaskan PT Berdikari untuk mengimpor 10.000 ton daging sapi potongan sekunder (secondary cut) dan 250.000 ekor sapi bakalan kepada para peternak penggemukan sapi.

Melihat kondisi ini, pemerintah memberi penugasan lagi ke Perum Bulog untuk menambah kuota impor daging sapi sebanyak 10.000 ton.

Adapun jenis daging adalah CL95 yang biasa dipakai untuk bahan baku industri atau istilahnya daging potongan.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu bilang, pihaknya segera mengimpor daging 10.000 ton secara bertahap sebelum puasa nanti. Sumber dana untuk kegiatan impor daging ini berasal dari kantong Bulog.

Makanya, perusahaan ini bakal mengutip marjin keuntungan. Namun Wahyu tidak merinci besarnya. Begitu pula besaran dana yang dipersiapkan untuk kegiatan impor tersebut. “Kami menggunakan anggaran komersial, besarannya tidak terbatas sesuai kebutuhan,” ujar Wahyu kepada KONTAN, Jumat (27/5).

Sejauh ini, Bulog sudah bernegosiasi dengan para pebisnis daging sapi dan sapi bakalan dari Australia. Perusahaan ini sengaja memilih perusahaan asal Australia lantaran Indonesia kerap mengimpor sapi dari negeri kangguru ini. Namun, ia tidak merinci identitas perusahaan tersebut.

Yang jelas, Bulog tidak bekerjasama dengan PT Berdikari. Adanya kegiatan impor ini membuat stok daging sapi Bulog yang sempat menipis April lalu kini bisa mengembang. Ia pun berharap impor ini bisa menurunkan harga daging sapi.

Sumber: Harian Kontan 28 Mei 2016

Penulis :Noverius Laoli

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan komentar