Misi Berat Turunkan Harga Bawang

Bulog akan menyerap bawang merah dari petani dengan memperhitungkan permintaan di masyarakat agar bawang tidak rusak

JAKARTA. Peluang menekan harga bawang merah melalui intervensi pasar yang dilakukan Perum Bulog semakin tipis. Pasalnya, setelah memastikan menunda impor, opsi yang dimiliki saat ini hanya dengan mengandalkan stok bawang merah yang tersisa di gudang sembari berharap bisa menyerap bawang merah petani yang akan panen dalam beberapa pekan mendatang.

Bulog sendiri mengklaim masih memiliki stok bawang merah sebanyak 100 ton, setelah mengguyur pasar dengan bawang merah sebanyak 1.200ton di berbagai wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Hanya saja, hasil guyuran Bulog ini belum berpengaruh secara signifikan ke harga. Sebab, harga bawang merah rata-rata nasional masih bertengger di angka Rp. 38.000 per kilogram (kg) atau hanya turun 9.52% dari harga tertinggi yang mencapai Rp. 42.000 per kg.

Meski begitu, Direktur Pengadaan Bulog Wahyu mengaku optimis bisa mengandalkan penyerapan bawang merah dari petani sebagai opsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Bulog akan terus intens memantau permintaan masyarakat serta pasokan di petani, sehingga porsi nya seimbang. “Bila harga bawang merah sudah turun ke titik normal, Bulog tidak lagi memiliki kewajiban melakukan stabilitas harga,” tukasnya pada KONTAN, Senin (13/6).

Wahyu sendiri tidak menampik bahwa karakter bawang merah yang cepat rusak merupakan resiko bisnis yang harus dihadapi Bulog dalam penugasan stabilitas harga. Makanya, upaya menunda impor bawang merah juga merupakan permintaan pemerintah karena melihat tren harga yang mulai menurun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandaskan, penundaan impor bawang merah dilakukan karena harga bawang merah mulai melandai. Bahkan dia mengklaim, harga di tingkat petani kembali normal ke level Rp. 15.000-Rp 16.000 per kg. Penurunan  harga ini terjadi karena saat ini sdah memasuki awal masa panen bawang merah yang otomatis pasikan akan meningkat.

Amran memperkirakan, produksi bawang merah pada musim panen pertengahan tahun ini mencapai 100.000 ton per bulan. Ia mengklaim, produksi itu lebih tinggi dari kebutuhan bawang merah yang sebesar 90.000 ton per bulan.

Harga stabil lebih tinggi

Hanya saja, optimisme Bulog dan pemerintah dianggap tidak beralasan. Soalnya, fakta di lapangan berkata lain. Abdullah Mansuri Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyatakan, harga bawang merah masih stabil tinggi. Meskipun ada tren penurunan, tapi nilainya sangat kecil. “Pasokan banyak, tapi harganya tinggi. Seharusnya, pemerintah mencari tahu penyebabnya, ketimbang memberikan izin impor,” ujarnya.

Lebih jauh, Abdullah menyayangkan sikap Bulog yang mementingkan sisi komersial dalam upaya stabilisasi harga bawang merah. Menurutnya, sikap takut rugi yang tengah ditunjukkan Bulog seolah menjadi potret buram bahwa pemerintah tak serius mengatasi gejolak harga bawang merah tersebut.

Abdullah menyatakan, jika tak ingin rugi dalam mengelola komoditas ini, Bulog bisa menggandeng berbagai pihak yang kompeten dan paham mengelola bawang merah. Hal ini penting karena kuat dugaan Bulog dijegal oleh para mafia dan pedagang besar yang tak suka Bulog mengintervensi pasar.

Sementara itu, Ikhwan Arif, Sekjen Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) menyarankan sisa bawang merah yang dimiliki Bulog saat ini segera dilepas ke pasar. Selain diharapkan bisa menurunkan harga, langkah itu juga untuk mencegah bawang merah tersebut busuk dan akhirnya malah tak bernilai lagi.

Menurut Ikhwan, ada metode yang salah dari Bulog dalam menyimpan bawang merah yang serapan panen petani dalam gudang. Bulog menempatkan bawang merah di dalam karung tertutup dan kemudian ditumpuk, sehingga cepat busuk.

Sumber: Harian Kontan 14 Juni 2016

Penulis : Noverius Laoli, Fahriyadi

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: