Domestik Tak Bergairah, Impor Barang Modal Turun

Impor barang modal pada Mei 2016 turun 7,14%, dan selama lima bulan turun 16,68%

JAKARTA. Bulan Ramadan telah mendorong peningkatan impor Mei 2016 sebesar 2,98% dibanding bulan April menjadi US$ 11,14 miliar. Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, impor di bulan Mei 2016 turun 4,12%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo bilang, kenaikan impor Mei 2016 untuk menghadapi puasa dan lebaran. Beberapa komoditas yang paling banyak diimpor adalah sapi, daging beku, gula dan gandum. “Terjadi kenaikan cukup besar. Daging dan sapi sudah naik selama beberapa bulan walaupun harganya masih tinggi,” katanya, Rabu (15/6).

Kenaikan impor menjelang lebaran menjadi pendorong impor nonmigas Mei 2016 sebesar 0,16%. Dibandingkan Mei 2015, impor non migas turun 0,7% (YoY). Dari jumlah itu impor barang konsumsi meningkat 15,37% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 998,5 juta. Impor bahan baku atau penolong juga meningkat 3,86% menjadi US$ 8,49 miliar. Sementara itu impor belanja modal turun 7,14% menjadi US$ 1,64 miliar.

Permintaan turun

Dari sisi ekspor, pada Mei 2016 nilai ekspor Indonesia naik 0,31% menjadi US$ 11,51 miliar (MoM). Sementara dibanding Mei 2015 turun 9,75%. Dari jumlah itu ekspor nonmigas turun 0,29% menjadi US$ 10,55 miliar (MoM). Jika dibandingkan Mei 2015 turun 7,12%. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2016 turun 12,82% dibanding periode sama tahun 2015.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2016 terjadi pada benda dari besi dan baja US$ 74,2 juta (62,59%), sedangkan penurunan terbesar pada mesin/pesawat mekanik US$ 87,0 juta (17,56%). Sementara ekspor CPO turun seiring penurunan volume ekspor karena efek harga yang masih rendah.

Dari nilai ekspor dan impor itu, pada Mei 2016 neraca perdagangan masih surplus US$ 375,6 juta. Surplus itu lebih rendah dibandingkan surplus pada April 2016 yang sebesar US$ 667,2 juta.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menjelaskan, peningkatan impor Mei 2016 bersifat musiman. Sebab, berdasarkan penggunaan barangnya, hanya impor konsumsi yang naik. Sementara impor bahan baku atau penolong naik tipis, bahkan impor barang modal turun. “Kenaikan impor bahan baku penolong jadi indikasi ekonomi tiga bulan ke depan. Bagitu juga barang modal,” katanya.

Dia memperkirakan sepanjang tahun ini impor masih akan rendah lantaran rendahnya permintaan domestik. Sementara ekspor terbantu potensi peningkatan harga komoditas. Tren surplus neraca dagang diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun.

Ekonom Maybank Juniman juga memperkirakan sampai akhir tahun surplus neraca perdagangan mencapai sekitar US$ 4 miliar-US$ 5 miliar, lebih rendah dibanding tahun lalu US$ 7 miliar.

Sumber: Harian Kontan 16 Juni 2016

Penulis : Adinda Ade Mustami

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: