Referendum Selesai, Hati-hati Jangan Abai

Investor punya cara masing-masing bagaimana mengatasi pasar yang penuh ketidakpastian. Begitulah kira-kira kesimpulan yang bisa kita petik dari “kisah cinta” investor dan pasar merespon kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Federal reserve (The Fed) yang menahan suku bunga maupun fenomena ”Brexit” alias Inggris keluar Uni Eropa.

Sebulan lamanya, referendum Brexit menggoyang harga emas. Efek goyangannya itu, akhirnya mampir juga ke Indonesia, Kamis (16/6). Emas mencetak rekor baru. Harga metal kuning kontrak pengiriman Agustus 2016 di Commodity Exchange naik 1,31% menjadi US$ 1.305,60 per ons troi.

Sementara harga logam mulia (LM) Aneka Tambang (Antam) ikut terkerek menjadi Rp 603.000 per gram alias tertinggi sepanjang  sejarah. DIbandingkan hari sebelumnya, LM ANtam naik Rp 9.000 per gram. Harga buyback akhirnya ikut-ikutan mumbul ke Rp 548.000 per gram. Mereka yang paham dan peka situasi, langsung ke toko emas menjual emasnya.

Wajar saja, sih karena pada akhir 2015 harga buyback emas Antam Rp 470.00 per gram. Artinya, hanya dalam waktu enam bulan, ada potensi untung Rp 133.000 per gram.

Banyangkan, kalau Anda punya 100 gram emas Antam. Jual atau tahan? Lantas, bagaimana kalau sekarang ini Anda belum punya LM? Kapan waktu yang tepat belanja si metal kuning?

Beli sekarang

Investor kawakan seperti Warren Edward Buffet memang tak gemar investasi emas. Tapi, Chairman & CEO Berkshire Hathaway Inc. Ini, sangat paham bagaiman pasar merespon Brexit. Sejak The Fed memasang suku bunga rendah, berinvestasi demi mengail cuan jadi makin sulit. Semuanya tak terprediksi. Lanjut si kakek 92 tahun itu, pemegang uang tentua akan mencari “tempat aman”. Sehingga, tentu saja emas merupakan pilihan yang bagus dibandingkan menyimpan uang “di bawah karpet”

Berusaha mengafirmasi pendapat Warren, Nico Omer Joncheere mengatakan, emas dan komoditas merupakan asset investasi cemerlang karena harganya sedang murah. Terutama, jika dibandingkan dengan obligasi atau saham, terutama saham-saham perusahaan AS yang price to earning ratio-nya (P/E) sudah 23 kali.

Selain itu, Nico yang kini menjabat Vice President Research & Analyst PT Vulbury Asia Futures, bilang, Warren mungkin tak tertarik investasi emas karena si kuning ini tak memberi imbal hasil. Tetapi, lanjut Nico, emas sangat ampuh sebagai pelindung nilai dan tahan dari gerusan inflasi. Sementara surat-surat utang-utang negara yang menetapkan bunga rendah malah member negative yield. Penelitian World Gold Council bulan Juni 2016 pun menyimpulkan, emas membantu menjaga daya beli serta meminimalisasi voltalitas dan risiko.

Sebab, bukan ekonomi AS atau fenomena Brexit saja yang memicu ketidakpastian. Situasi di dalam negeri, juga tak kalah mengkhawatirkan, Salah satu indicator yang paling jelas adalah kinerja ekspor-impor. Ekspor Indonesia lima tahun terakhir drop trus. Ya, meski Referendum Inggris sudah selesai dan banyak orang meyakini efek negatif nya tidak terlalu besar ke Indonesia, karena aktiviras perdaganagan kita dengan Inggris tak begitu dominan sejak 2015. Tapi, apa salahnya kalau kita waspada? Toh, bukan berarti menghilangkan ketidakpastian pasar, yes? Jadi imbuh Nico, segera beli emas sekarang sebagai lindung nilai sebelum menyesal kemudian.

Nico tak bisa memprediksi kekisaran berapa emas akan bergerak di akhir taun ini. “Yang  jelas, koreksi ada di rending ideal US$ 1.180-US$1.220 per troi ons. Kalaupun bisa tembus US$ 1.550, berarti harga emas masih bisa menyentuh hingga US$ 2.000 per troi ons,” cetus Nico. Pelaku pasar dan pengelola http://www.antamgold.com Indra Sjuriah, memprediksi, akhir tahun nanti harga emas akan bergerak di kisaran US$ 1.180-US$ 1.320 per troi ons.

Adapun harga emas Antam, akan lebih dipengaruhi oleh otot rupiah. Suluh Adik Wicaksono, Analis PT Milenium Penata Futures, menghitung-hitung, emas Antam bisa menyentuh Rp 580.000-Rp 605.000 per gram di akhir tahun nanti. Analis Central Capital Futures Wahyu Tri Wibowo bilang, emas masih testing di area US$ 1.400 per troi ons. “Emas Antam Rp 600.000- RP 650.000 per gram. Secara menengah dan jangka panjang, emas masih mungkin menguat sehingga masih layak beli,” ujar dia.

Sumber: Tabloid KONTAN, 27 Juni – 3 Juni 2016

Penulis : Andri Indradie, Tedy Gumilar, Silvana Maya Pratiwi

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: