JAKARTA – Penjualan kendaraan niaga masih sulit melaju kencang tahun ini. Sampai akhir tahun, tak ada momentum besar yang menjadi tumpuan harapan penjualan mobil untuk bisnis tersebut. Kondisi bisnis sektor tambang dan perkebunan yang menjadi pelanggan terbesar juga masih lesu.
Rizwan Alamsyah, Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bilang, lesunya bisnis tambang dan perkebunan berpengaruh besar ke pesanan truk. “Kondisi makin suram ketika bisnis barang konsumsi turun, dan kredit bank untuk mobil niaga mengecil,” kata Rizwan kepada KONTAN, belum lama ini.
Memang ada proyek infrastruktur pemerintah, namun proyek tersebut belum mampu menggenjot pasar truk. Kehadiran proyek infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, pelabuhan dan lainnya tak cukup kuat mendongkrak penjualan truk.
Sampai akhir Mei 2016, penjualan truk dan bus turun 30% menjadi 28.238 unit ketimbang penjualan pada periode yang sama yang tercatat sebanyak 36.690 unit.
Penulis: Asnil Bambani Amri
Sumber: Harian Kontan, 12 Juli 2016 hal 15
Sumber: pengampunanpajak.com
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak
Tinggalkan komentar