Beras& Rokok Kretek Naik,Garis Kemiskinan Ikut Naik

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat, garis kemiskinan Maret 2016 naik 2,78% dibandingkan September 2016. Nilai itu juga naik 7,14% dibanding Maret 2015 menjadi Rp 354.386 per kapita per bulan. Kepala BPS Suryamin bilang, kenaikan garis kemisikinan terjadi karena kenaikan harga kebutuhan pokok. Peran komoditi makanan lebih besar menyumbang peningkatan garis kemiskinan dibandingkan komoditas non-makanan. Pada Maret 2016 komoditas makanan menyumbang 73,5% terhadap garis kemiskinan.

Dua komoditi makanan penyumbang terbesar peningkatan garis kemisikinan ialah beras dan rokok kretek. Beras menyumbang 21,55% garis kemiskinan perkotaan dan 7,96% garis kemiskinan pendesaan. Komoditi makanan lain yang menjadi penyumbang kenaikan garis kemiskinan, yaitu telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, dan gula pasir. Lalu roti, bawang merah, tempe dan tahu.

Sementara komoditi non makanan penyumbang tersebesar garis kemiskinan adalah perumahan dan listrik. Perumahan menyumbang 9,76% garis kemiskinan perkotaan dan 7,56% garis kemiskinan perdesaan. Sedangkan listrik menyumbang 2,96% garis kemiskinan perkotaan dan 1,54% garis kemiskinan perdesaan. Provinsi dengan garis kemiskinan lebih tinggi adalah Bengkulu Rp 416.428 per kapita per bulan, Bangka Belitung Rp 534.229 per kapita per bulan, dan DKI Jakarta Rp 510.359 per kapita per bulan.

Sumber: Harian Kontan, 19 Juli 2016

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: