Harga Lelang Gula Petani Makin Merosot

Image result for petani tebu

JAKARTA. Jelang akhir musim giling tebu pada bulan Desember 2016 ini, harga lelang gula petani kian merosot. Harga lelang gula petani saat ini jauh dari harapan petani tebu.

Saat ini, harga rata-rata lelang gula petani hanya sekitar Rp 10.800 per kilogram (kg), padahal sebelumnya harga lelang gula sempat menyentuh angka Rp 11.400 per kg atau setara harga yang sama dengan lelang gula tahun lalu.

Soemitro Samadikoen, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyebut faktor cuaca telah membuat rendemen tebu petani tahun ini hanya 6% atau lebih rendah ketimbang rendemen tebu tahun lalu yang mencapai 8%. “Dengan rendemen rendah, seharusnya harga lelang gula tinggi. Tapi yang terjadi malah sebaliknya,” ujarnya pada KONTAN, Rabu (30/11).

Soemitro mengatakan, intervensi pemerintah yang mematok harga gula di tingkat konsumsi Rp 12.500 per kilogram (kg) telah berhasil menekan harga lelang gula petani dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, ia optimis petani bisa mendulang harga lelang Rp 12.000 per kg jika harga gula tetap ditentukan lewat mekanisme pasar.

Maklum saja, produksi gula konsumsi tahun ini hingga akhir tahun maksimal hanya 2,3 juta ton atau menurun 8% dari produksi tahun lalu yang mencapai 2,5 juta ton.

Soemitro menyebut intervensi harga gula oleh pemerintah bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, pemerintah membantu masyarakat tapi di sisi lain tanpa disadari membunuh petani tebu secara perlahan-lahan. “Intervensi pemerintah dengan menekan harga lelang gula petani tebu salah kaprah karena pemerintah tak pernah mengeluarkan kebijakan bantuan kepada petani tebu seperti halnya kepada petani padi,” ucapnya.

Selain itu, Soemitro juga bilang, aksi pemerintah mengizinkan impor gula mentah untuk pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga makin menekan harga lelang gula petani. Pasalnya, mayoritas kebun tebu milik rakyat berada di sekitar areal pabrik gula milik BUMN sehingga harga tawar petani menjadi rendah.

Abdul Wachid, Wakil Ketua Panitia Kerja (Panja) Gula DPR-RI mengatakan, kesulitan yang dialami petani saat ini disebabkan karena pemerintah keliru mengeluarkan kebijakan impor gula mentah yang diolah menjadi gula konsumsi dilakukan pada awal hingga pertengahan tahun, yang merupakan akhir musim giling tebu sembari menunggu panen berikutnya.

Sumber : Harian Kontan 01 Desember 2016

Penulis : Fahriyadi

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: