Inflasi Mini di Akhir Desember 2016

Hasil gambar untuk inflasi

JAKARTA. Turunnya harga barang dan jasa yang diatur pemerintah (administered price), membuat tekanan inflasi Desember 2016 melemah. Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memproyeksikan, inflasi bulanan Desember 2016 ada di kisaran 0,3% – 0,5% dan inflasi tahunan Desember 2016 tidak akan menyentuh 3,2% (yoy).

Diproyeksikan inflasi akhir tahun 2016 akan menjadi inflasi terendah sejak 2009. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memproyeksikan, inflasi bulanan Desember 2016 akan sebesar 0,15% – 0,25% dan tahunan 2,8%. Perkiraan itu lebih rendah dari ekspektasi karena harga bahan makanan relative stabil kecuali cabai. Harga yang diatur pemerintah juga cenderung turun. “Pemerintah sudah antisipasi kemungkinan gejolak harga dengan beberapa kebijakan termasuk impor pangan,” katanya, Senin (2/1).

Kepala Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi bilang, factor utama pendorong inflasi Desember 2016 adalah kenaikan permintaan karena musim Natal dan tahun baru. Juga gangguan pasokan makanan akibat musim hujan.

Namun diperkirakan, inflasi akan tetap rendah (bulanan 0,4% dan tahunan 3%) karena dipengaruhi factor nilai tukar dan harga yang diatur pemerintah. “Desember 2016, rupiah berada pada posisi yang lebih kuat dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Sementara Kepala Ekonom Maybank Indonesia Juniman memiliki perkiraan lebih tinggi, masing-masing 0,54% dan 3,15% (yoy). Inflasi bulan lalu didorong sejumlah komoditas pangan, misalnya daging dan telur ayam. Inflasi juga didorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan biaya transportasi, tarif hotel, dan sewa rumah. “Inflasi tetap rendah dipicu rendahnya inflasi global selama tahun lalu, walau empat bulan terakhir agak tinggi,” katanya.

Sedangkan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto bilang, rendahnya inflasi menandakan rendahnya daya beli masyarakat. Karena itu pemerintah perlu mewaspadai potensi kenaikan inflasi di 2017 karena kenaikan tarif dasar listrik akibat pencabutan subsidi listrik 900 volt ampere (VA). Kenaikan inflasi itu dikhawatirkan menggerus daya beli masyarakat sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih melihat, rendahnya inflasi di akhir tahun lalu karena BBM yang tidak berubah. Sedangkan daya beli masyarakat justru mengalami sedikit perbaikan, terbantu kenaikan upah minimum provinsi (UMP). Peningkatan daya beli tersebut juga khususnya terjadi di luar Pulau Jawa yang dipengaruhi kenaikan harga komoditas ekspor.

Hasil survei mingguan Bank Indonesia (BI), hingga akhir pekan ketiga Desember 2016, laju inflasi tercatat 0,31% dan 2,91% (yoy). Gubernur BI Agus Martowardojo bilang, inflasi itu didorong tarif transportasi dan peningkatan harga daging ayam dan telur ayam.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan laju inflasi Desember 2016 pada Selasa (3/1) ini.

Sumber : Harian Kontan 03 Januari 2017

Penulis : Adinda Ade Mustami

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: