Pemodal Domestik Penyeimbang Pasar

JAKARTA. Arus keluar dana asing dari Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berlanjut. Pada perdagangan kemarin (4/11), para pemodal asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 850,07 miliar.

Bila diukur selama satu bulan terakhir, investor asing telah mencetak net sell Rp 13,58 triliun dan secara year-to-date (ytd) mencetak net sell Rp 36,40 triliun. Posisi ini merupakan net sell terbesar asing dalam setidaknya lima tahun terakhir.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai, arus keluar dana asing hampir terjadi di semua bursa saham emerging market, bukan hanya Indonesia. Hal ini lantaran sentimen kebi- jakan pemangkasan pajak di Amerika Serikat.

Kondisi ini memungkinkan adanya perbaikan ekonomi AS dan membuat uang banyak beredar di sana. “Tetapi sebetulnya itu peluang investor dalam negeri untuk masuk,” ujar dia kepada KONTAN, belum lama ini.

Dia meyakini, peran investor domestik cukup strategis. Oleh karena itu, bila investor asing banyak keluar, masih bisa digantikan oleh investor domestik. Terutama investor institusi seperti BPJS, Taspen, Asabri maupun Pertamina.

Investor institusi dinilai akan mengejar target return investasi lewat portofolio saham. Analis menilai return obligasi cenderung turun. “Peluang dari obligasi akan menurun, karena ada potensi kenaikan bunga The Fed,” ungkap Edwin. Sementara target investasi dari institusi tersebut akan meningkat. Alhasil, mereka mencari portofolio investasi alternatif, seperti saham.

Para pemodal mancanegara juga akan mencermati realisasi pasca reformasi pajak di AS. Jika ada pertumbuhan kinerja signifikan dan sesuai target, maka investor asing bisa bertahan. Sebaliknya, jika tak sesuai harapan, mereka bisa kembali masuk ke emerging market, termasuk pasar Indonesia. “Di sisi lain, akan ada perbaikan ekonomi di Indo- nesia. Otomatis akan berpengaruh pada kinerja perusahaan di Indonesia. Maka asing akan balik lagi,” kata Edwin.

Pada Desember tahun ini hing- ga awal tahun depan, Edwin melihat beberapa sektor akan naik. Misalnya, sektor perbankan, pertambangan dan telekomunikasi. Pada tahun depan, sektor konstruksi infrastruktur juga diharapkan menggeliat kembali. Hal ini mengingat kinerja sektor ini sepanjang 2017 tertekan.

Edwin juga memprediksi bisnis properti akan menjadi bintang pada tahun depan. Pasalnya, harga saham emiten di sektor ini sudah di level bawah. “Properti bangkit, maka berpengaruh ke semen, keramik dan kaca. Selain itu, suku bunga bank juga sudah rendah. SMRA, PWON, APLN, CTRA, dan BSDE yang jadi jagoan saya tahun depan,” kata dia.

Vice President Research & Analyst Valbury Sekuritas Indonesia Nico Omer Jonckheere menyatakan, valuasi pasar saham yang sudah tinggi menjadi alasan asing keluar dari Indonesia. Hal ini berbanding terbalik dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai baik. “Pasar seperti Indonesia tidak disetir oleh makroekonomi, korelasinya 0%,” kata dia, belum lama ini.

Ada dua hal yang menjadi pertimbangan investor asing, yakni valuasi pasar saham dan aliran uang di suatu negara. Oleh karena itu, dengan keluarnya asing, Nico melihat IHSG cenderung stagnan pada level 6.000-6.100. “Tapi memang sejak investor Indonesia mewakili 50% lebih, pasar saham jadi lebih tahan. Tapi sebaliknya, ciri khas Indonesia adalah spekulator bukan investor, maka turun pun akan cepat,” tutur dia.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada memprediksi hingga akhir tahun aksi jual asing masih terjadi meski mulai terbatas. Hal itu karena mereka ingin mencetak keuntungan pada akhir Desember.

Meski demikian, bila nanti terdapat aksi windows dressing, maka bisa terdapat aksi beli hingga akhir tahun dengan memanfaatkan pelemahan sebelumnya. “Kondisi market jeblok dan posisi IHSG di bawah 6.000. Kalau ada window dressing kembali masuk akan memanfaatkan pelemahan ini. Dari 5.900 sampai akhir tahun bisa naik ke 6.100 itu lumayan,” kata Reza.

Pelaku pasar bisa memanfaatkan pelemahan untuk masuk. Investor asing keluar dari pasar lantaran melihat ada momentum kurang baik. Misalnya defisit APBN, pendanaan proyek pemerintah yang terkendala, serta sentimen amnesti pajak yang belum jadi pendorong. “Di awal tahun depan asing mungkin masuk, dengan memanfaatkan pelemahan sebelumnya,” ujar Reza.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: