Impor Beras Tahap Pertama Tiba Pekan Ini

JAKARTA. Untuk meredam kenaikan harga beras di pasar, Perum Bulog mempercepat waktu pemasukan beras impor. Perusahaan pelat merah ini memproyeksikan beras impor sudah tiba di Tanah Air pada 11 Februari 2018, atau akhir pekan ini.

Beras impor yang akan tiba ini berasal dari Thailand dan Vietnam. Jumlah totalnya sekitar 26.000 ton. Begitu tiba, beras impor itu akan segera digerakan Bulog ke pasar, hingga bisa mengimbangi laju kenaikan harga beras lantaran stok yang terus menipis.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan beras yang akan tiba itu akan digunakan untuk melanjutkan Operasi Pasar yang saat ini masih terus dilakukan Bulog. “Ada enam kapal yang akan tiba pada impor tahap pertama membawa beras sebanyak itu,” ujar Andrianto ke KONTAN, kemarin.

Ia menambahkan, hingga tanggal 2 Februari yang lalu, Bulog telah mengeluarkan stok Cadangan Beras  Pemerintah (CBP) untuk Operasi Pasar sebesar 166.937 ton. Sementara realisasi pengandaan Bulog tahun 2018 hingga tanggal 5 Februari masih sebesar 6.239 ton.

Sementara stok beras yang terdata di PT Foodstation Tjipinang Jaya (FSTJ) mulai mengalami kenaikan. Pasalnya, pasokan beras diklaim telah kembali normal. Dengan stok beras yang kembali normal, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) segera mengeluarkan stok beras lamanya.

Stok tersebut sebelumnya didapatkan pedagang dengan harga cukup tinggi. “Pedagang PIBC sedang menjual stok lamanya yang diperoleh dengan harga tinggi untuk mempersiapkan masuknya barang panen raya,” ujar Direktur Utama FSTJ, Arief Prasetyo.

Arief bilang beras yang masuk pada musim panen raya harganya akan lebih murah daripada harga beras yang di miliki pedagang di saat ini. Hal itu yang membuat pedagang merasa perlu bergegas mengeluarkan stoknya.

Stok beras di PIBChingga 5 Februari sebesar 24.410 ton. Meski stoknya masih tipis, pasokan beras yang masih masuk ke PIBC sudah normal mencapai 4.224 ton. Namun, harga beras di PIBC hingga tanggal 6 Februari mengalami kenaikan. Semisal jenis IR-64 I naik menjadi Rp 12.100 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 12.050 per kg.

Harga beras IR-64 II naik Rp 11.525 per kg dari Rp 11.325 per kg. Hanya IR-64 III yang tidak mengalami kenaikan yakni Rp 8.500 per kg. Arief optimistis, harga beras akan memasuki tren penurunan menjelang panen raya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar