Realisasi Impor Beras Minim, Stok Bulog Defisit 1,5 Juta Ton

JAKARTA. Sampai batas waktu impor beras yakni 28 Februari 2018, Perum Bulog hanya mampu merealisasikan impor beras sebanyak 261.000 ton. Jumlah itu hanya 52% dari total penugasan impor beras sebanyak 500.000 ton yang diberikan pemerintah kepada BUMN pangan ini.

Dengan merealisasi impor yang minim, ada kekhawatiran stok beras pemerintah makin tipis. Apalagi pemerintah berencana terus melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga beras yang masih tinggi. Pada bulan Februari 2018, tercatat stok beras Bulog hanya sekitar 500.000 ton.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan, sampai kemarin Rabu, beras impor yang sudah masuk ke gudang Bulog baru sebanyak 157.250 ton. Sedangkan 103.750 ton beras impor lainnya masih dalam perjalanan ke gudang Bulog. Beras-beras itu berasal dari Thailand dan Vietnam.

“Ada yang masih di kapal sedang tunggu sandar, sedang bongkar di dermaga, dan dalam perjalanan dengan transportasi darat,” ujar Andrianto ke KONTAN, Rabu (28/2).

Menurut Andrianto, untuk memenuhi stok beras, Bulog akan terus melakukan pengadaan beras baik melalui impor maupun pembelian dalam negeri. Apalagi saat ini, musim panen beras sudah terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air.

Potensi defisit beras Bulog mencapai antara 1 juta sampai 1,5 juta ton di akhir tahun 2018

Namun begitu, dalam pengadaan stok beras, Bulog tetap berpatokan pada aturan yang berlaku termasuk diantaranya aturan harga pembelian. Sebab sebagai perusahaan umum, Bulog harus mempertimbangkan keuntungan saat menyerap beras, kecuali ada penugasan pemerintah.

Dwi Andreas Santosa, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, pemerintah harus berupaya memenuhi stok pangan terutama beras di dalam negeri. Sebab, dia menghitung, pada tahun ini ada potensi defisit beras Bulog hingga 1,5 juta ton. Untuk itu dia meminta pemerintah lebih transparan soal data. “Tahun 2018 kemungkinan masih defisit sekitar 1 juta sampai 1,5 juta ton,” ujarnya.

Dwi bilang, pada awal tahun 2018 stok beras Bulog hanya di bawah 1 juta ton. Padahal stok Bulog berpengaruh terhadap harga pasar. Stok yang rendah akan mengindikasikan suplai turun sehingga harga berpotensi akan naik. “Stok di akhir tahun harus di atas 1 juta ton,” ucapnya. Untuk mencapai target itu Bulog perlu menyerap beras 2 juta hingga 2,7 juta ton tahun ini.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: