Dekati Target, Realisasi Penerimaan Bea Cukai hingga November Capai Rp175,96 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai per 17 November 2020 mencapai Rp175,96 triliun.

Berdasarkan bahan paparan yang diterima Bisnis, Rabu (18/11/2020), realisasi tersebut tercatat mengalami peningkatan sebesar 5,08 persen, yang didorong oleh penerimaan cukai.

Berdasarkan jumlah ini, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat telah mencapai 85,55 persen per 17 November 2020, dari target yang ditetapkan sebesar Rp205,68 triliun.

Penerimaan cukai, sebagai penopang terbesar per 17 November 2020 telah mencapai Rp144,85 triliun, atau sebesar 84,12 persen dari total target sebesar Rp172,19 triliun.

Di tengah penerimaan pajak negara yang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19, penerimaan dari sisi kepabeanan dan cukai tetap mengalami pertumbuhan yang positif.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyampaikan bahwa tingginya realiasi tersebut berhasil didorong oleh penerimaan cukai hasil tembakau yang naik tinggi.

Di sisi lain, Bisnis mencatat total pajak yang berhasil dikumpulkan pemerintah per September tercatat sebesar Rp750,6 triliun, baru mencapai 62,6 persen dari target. Pertumbuhannya pun turun 16,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Dilihat dari turunannya, pajak migas mengalami kontraksi yang cukup dalam, yaitu 45,3 persen dibandingkan tahun lalu. Realisasi hingga September sebesar Rp23,6 triliun atau 74,2 persen dari target.

Sementara itu, penerimaan pajak nonmigas menurut Sri Mulyani masih relatif sesuai dengan yang diproyeksikan yakni sebesar sebesar Rp727 triliun, terkontraksi 15,4 persen dan baru mencapai 62,3 persen dari target sebesar Rp1.167 triliun.

Sehingga secara total per September 2020, total penerimaan perpajakan sebesar Rp892,4 triliun atau mencapai 63,5 persen dari target Rp1.404,5 triliun.

“Sebagian besar jenis pajak mengalami tekanan seiring dengan perlambatan kegiatan ekonomi dan meningkatnya pemanfaatan insentif dan restitusi pajak,” jelasnya.

Sumber: bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: