Ekspor CPO Kena Pungutan US$ 50

Oil-PalmPetani sawit protes karena kebijakan itu berpotensi menurunkan harga tandan buah segar (TBS) sawit.

JAKARTA. Pemerintah, tampaknya, tidak jadi menurunkan batas bawah (treshold) pengenaan bea keluar (BK) ekspor minyak sawit mentah (CPO). Sebagai gantinya, pemerintah akan menerbitkan beleid baru yang mengatur penghimpunan dana langsung dari kegiatan ekspor CPO.

Untuk harga di bawah US$ 750 per ton, industri wajib menyetor dana pendukung sawit (CPO Supporting Fund) US$ 50 per ton untuk CPO, dan US$ 30 per ton untuk olein. Sementara, BK tetap 0%.

CPO Fund ini dipakai untuk membeli biodiesel dari pelaku usaha domestik untuk mendukung program pencampuran 15% bahan bakar nabati (BBN) ke produk bahan bakar minyak (BBM) yang targetkan mulai tahun ini. Dengan cara ini, pemerintah tak perlu lagi menyubsidi selisih antara solar subsidi dan harga keekonomian akibat penerapan kewajiban pemakaian BBN.

CPO Fund ini disimpan di rekening tersendiri dan tidak tercatat sebagai penerimaan negara dalam APBN. Sementara, jika harga referensi CPO di atas US$ 750 per ton, formula BK ekspor yang selama ini berlaku tetap diterapkan, plus kewajiban menyetor CPO Fund US$ 50 per ton.

Hanya, besaran formula BK akan direvisi. Sebelumnya, ambang batas bea ekspor sebesar US$ 750 per ton dengan besaran pajak 7,5%. “Jadi CPO Fund tetap US$ 50 per ton, sisanya baru bea keluar yang masuk APBN,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Jumat (21/3).

Harga TBS bisa jatuh

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad bilang, CPO Fund sangat merugikan petani. “Akan terjadi penurunan tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani,” katanya kemarin.

Saat ini, TBS dibeli dari petani dengan tingkat harga Rp 1.100-Rp 1.400 per kilogram (kg). sementara, harga TBS di tingkat pabrik sebesar Rp 1.680 per kg.

Bila CPO Fund diberlakukan, harga TBS di petani bisa turun 20% menjadi Rp 800-Rp 900 per kg. “Pengusaha pasti tidak mau rugi dan itu dibebankan ke kami,” ujarnya.

Kalaupun tetap ngotot akan mengenakan pungutan, ia meminta pemerintah berkomitmen mengembalikan dana itu ke petani melalui pembangunan infrastruktur, replanting, dan lain-lain.

Paulus Tjakraawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) mengatakan, pihaknya tetap menagih komitmen pemerintah mengembangkan program bioenergi, terlepas dananya berasal dari mana. Ia menilai, dana dari pungutan ekspor CPO sebesar US$ 50 per ton merupakan program terpisah dari program pengembangan biodiesel dalam negeri.

Pengaman ekonomi Aviliani menilai, CPO Fund akan membuat volume ekspor CPO turun, sehingga mempengaruhi perolehan devisa negara. Pasalnya, CPO merupakan komoditas utama yang menyumbang devisa terbesar dengan kontribusi 30%.

Terkait dengan mandatory BBN, kata Aviliani, seharusnya pemerintah cukup menerapkan wajib pasok dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) sesuai jumlah CPO yang dibutuhkan buat biodiesel. “Sisanya biarkan ekspor dan jangan dikjenakan pungutan,” katanya.

Ekonom Indef, Eni Sri Hartati menambahkan, rencana pemerintah menerapkan CPO Fund berpotensi merugikan petani sawit. “Ini jalan pintas yang merugikan petani,” katanya, saat dihubungi terpisah.

Bila petani dirugikan dan tak mau menanam sawit, hal ini bisa mengancam pengembangan industri hulu sawit. Ia juga menilai, pungutan ekspor tidak sejalan dengan program ekonomi makro yang ingin mendorong ekspor. “Saya setuju ekspor mentah dikasih BK, kalau olahan dibebaskan BK-nya, sekaligus buat insentif hilirisasi,” jelasnya.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: