Iuran Pensiun BPJS Naik 4 Tahun Sekali

JAKARTA. Pemerintah telah memutuskan besara iuran jaminan pension Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sebesar 8%. Tapi ke depan, rencananya pemerintah akan menyesuaikan lagi besaran iuran ini secara berkala.

logo_bpjs_kesehatan

Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan Wahyu Widodo membenarkan, pemerintah telah menetapkan besaran iuran jaminan pensiun sebesar 8% pada tahun ini.

Namun, ke depan, pemerintah berencana untuk menyesuaikan lagi (readust) batas usia pekerja saat menerima manfaat pertama serta besaran iuran jaminan pensiun setiap empat tahun. “Untuk iuran kemungkinan akan ada kenaikan 0,3% dari iuran awal yang akan di readjust (disesuaikan lagi) setiap empat tahun sekal, sampai 65 tahun ke depan,” kata Wahyu kepada KONTAN, Kamis (9/4).

Ia menambahkan, penyesuaian besaran iuran dan usia pekerja saat menerima manfaat pertama ini dilakuka untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Catatan saja, pemerintah telah menetapkan besaran iuran jaminan pensiun BPJS pensiun Ketenagakerjaan sebesar 8%. Iuran ini akan ditanggung pengusaha sebesar 5% dan pekerja 3%. Setiap pekerja akan mendapatkan manfaat pertamanya setelah bekerja selama 15 tahun atau menginjak usia 56 tahun. Keputusan ini diambil pada rapat koordinasi di Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (8/4).

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri bilang, keputusan besaran iuran ini akan dituangkan dalam draf rancangan peraturan pemerintah dan akan dibawa ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk disahkan.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masasya bilang besaran iuran 8% itu dihitung dari gaji yang diterima pegawai. Ia berharap, iuran ini mulai berlaku serentak mulai 1 Juli 2015.

Tapi, Wahyu tak merinci skema pemberian manfaat jaminan pensiun yang akan diberikan. Namun, dalam klausul pembahasan rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang program jaminan pensiun yang diterima KONTAN, skema pemberian manfaat ini diberikan secara berkala bagi pekerja yang telah mencapai masa iuran minimal 180 bulan atau 15 tahun.

Pekerja masa dengan masa iuran kurang dari 15 tahun, manfaat akan diberikan secara lumpsum atau sekali bayar dengan menghitung akumulasi iuran dan dana hasil pengembangannya. Namun, peserta dengan masa iuran kurang dari 15 tahun bisa menerima manfaat berkala bila yang bersangkutan melanjutkan iurannya hingga masa iuran 15 tahun.

 

Sumber: Kontan

www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: