PEKANBARU. Demi meningkatkan investasi di industri hilir pulp and paper, pemerintah berniat memberikan insentif tambahan. Perusahaan yang bakal ketiban rezeki tersebut adalah perusahaan yang berorientasi untuk pasar ekspor. Harapannya agar ekspor produk pulp and paper Indonesia meningkat di pasar internasional.
Menteri Perindustrian Saleh Husin menjelaskan, insentif yang dimaksud adalah pemberian tax holiday atawa pembebasan pajak penghasilan (PPh). Syaratnya: perusahaan pulp and paper tersebut melakukan hilirisasi dan memiliki orientasi pasar ekspor mencapai 85% dari total produksi.
Dalam catatan Kementerian Perindustrian, peluang pasar dalam negeri untuk kebutuhan kertas sekitar 394 juta ton. Pada tahun 2020 diperkirakan kebutuhan bakal melonjak hingga 490 juta ton. “Industri yang akan menjadi perintis hilir akan kami prioritaskan berikan,” tandas Husin akhir pekan lalu.
Harapannya, insentif ini akan mendorong nilai ekspor pulp and paper dalam negeri. Apalagi kebutuhan kertas dunia diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,1% setiap tahunnya. Plus, penyerapan kertas dalam negeri juga akan makin bertambah. Sebab, saat ini konsumsi kertas per kapita di Indonesia masih rendah, cuma 32,6 kilogram (kg) per ka pita.
Direktur Royal Golden Eagle (RGE) Anderson Tanoto mengatakan, untuk meningkatkan ekspor kertas perusahaan dipastikan masuk dalam bisnis hilirirasi. Ini ditandai dengan pembangunan paper machine dengan investasi Rp 4 triliun. “Nanti kami akan ajukan kepada pemerintah. Insentif apa yang bisa kami terima,” tandas Andeson.
Di sisi lain, PT OKI Pulp and Paper Mills yang juga berada di bawah Grup Sinarmas berniat meminta keringanan pajak. Sebelumnya, Managing Director Sinarmas Grup Gandhi Sulistiyanto Soeherman menjelaskan, OKI Pulp and Paper tengah meminta tax holiday kepada pemerintah karena tengah melaksanakan investasi besar-besaran.
Asal tahu saja, saat ini OKI Pulp and Paper sedang membangun pabrik pulp and paper senilai Rp 30 triliun. Pabrik tersebut berkapasitas 2 juta pulp per tahun dan berlokasi di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.
Gandhi optimistis perusahaannya ini bakal mendapatkan tax holiday, mengingat orientasi pasar hasil produksinya adalah ekspor.
“Pada 2016-2017 kami bakal siap ekspor pulp kertas dari PT OKI ini. Porsinya mayoritas untuk ekspor yaitu lebih dari 80% , sisanya untuk dalam negeri,”ujarnya. Target ekspor ke 20 negara, antara lain Amerika Serikat, Eropa dan Jepang.
Sumber: Kontan
http://www.pemeriksaanpajak.com
pajak@pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak
Tinggalkan komentar