Bisnis Migas Lesu, Ratu Prabu Sepi Kontrak Baru

imagesJAKARTA. PT Ratu Prabu Energi Tbk sedang mengincar kontrak jasa minyak dan gas (migas) dari PT Medco Energi Internasional Tbk dan CNOOC Limited. Kontrak jasa konsultasi migas itu masing-masing bernilai US$ 2 juta.

Ratu Prabu mengklaim sudah lolos tahap pra kualifikasi dan menargetkan bisa memiliki dua kontrak tersebut tahun ini. “Saya belum bisa sebutkan di blok mana jasa yang akan diberikan,” ujar Martini UD Suarsa, Sekretaris Perusahaan Ratu Prabu Energi Tbk, Jumat (3/7) pekan lalu.

Dua kontrak anyar tersebut sangat berarti bagi Ratu Prabu di tengah tergelincirnya harga minyak bumi. Burhanuddin Bur Maras, Direktur Utama PT Ratu Prabu Energi Tbk mengakui bahwa perusahaannya susah mendapatkan kontrak anyar. Hanya saja ia memperkirakan perolehan kontrak baru tahun ini turun 20% ketimbang 2014 silam.

Tak hanya itu, sejumlah proyek migas Ratu Prabu juga ikut tertunda. Misalnya, kontrak penyewaan rig dengan Saudi Aramco tertunda hingga waktu yang tidak jelas. Nilai kontrak tersebut US$ 1,3 juta per rig. Gemilang Zaharin, Direktur Ratu Prabu Energi Tbk menambahkan, dari enam rig Ratu Prabu, hanya dua rig yang masih beroperasi.

Saat ini Ratu Prabu telah menguasai 11 kontrak. Terbaru adalah kontrak yang mereka dapat pada November 2014 untuk jangka waktu dua tahun. Kontrak dengan PT Pertamina Drilling Service Indonesia itu bernilai Rp 27,57 miliar per tahun. Ratu Prabu menyediakan jasa tenaga kerja health and safety environmental (HSE) bagi pertamina Drilling pada kegiatan operasi pengeboran dan kerja ulang di Sumatera Selatan.

Sementara total nilai 10 kontrak lain adalah US$ 36,20 juta dan Rp 27,57 miliar. Selain Pertamina Drilling, klien Ratu Prabu yang lain seperti ConocoPhillips Indonesia, Premier Oil plc, Niko Resources (South East Ganal I) Ltd.

Selain bergelut di bisnis jasa migas, Ratu Prabu juga berencana mengembangkan bisnis migas. Setelah mengakuisisi 75% interest PT Odira Energi Persada di Blok Karang Agung, perusahaan tersebut menyatakan siap menggelontorkan dana US$ 50 juta untuk pengelolaan blok itu.

Saat ini Ratu Prabu masih dalam tahap persiapan. “Hanya tinggal negosiasi untuk sumur gas dengan ConocoPhillips,” beber Gemilang.

Asal tahu saja, Blok Karang Agung terletak di Sumatera Selatan. Luas Wilayah blok migas ini 2,459,68 kilometer persegi (km2).

Sembari menanti harga minyak bumi kembali bergairah, Ratu Prabu berupaya mengembangkan bisnis non-migas. Perusahaan berkode ARTI di Bursa Efek Indonesia tersebut berencana membangun gedung Ratu Prabu 3. Gedung baru ini melengkapi dua portofolio sebelumnya, yakni Gedung Ratu Prabu 1 dan gedung Ratu Prabu 2. Gedung Ratu Rabu 3 akan dibangun setinggi 37 lantai di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta.

Meski berupa bisnis sampingan, Ratu Prabu cukup serius. Terbukti, alokasi dana belanja modal tahun ini lebih banyak untuk bisnis properti. “Total investasi untuk proyek ini sekitar USD 150 juta,” kata Gemilang.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: