Jakarta. Penjualan mobil semester pertama tahun ini tak sesuai harapan pelaku bisnis otomotif. Sampai Juni 2015, volume penjualan mobil secara wholesales turun 18,2% ketimbang penjualan periode yang sama tahun 2014.
Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil semester I-2015 tercatat 524.860 unit, lebih rendah daripada penjualan mobil periode yang sama 2014, sebanyak 642.110 unit.
Rizwan Alamsjah, Ketua IV Gaikindo, mengatakan, penurunan penjualan terjadi karena perlambatan pertumbuhan ekonomi, “Saat ekonomi melemah, permintaan mobil akan turun,” kata Rizwan kepada KONTAN, Selasa (14/7).
Merujuk sumber data yang sama, hampir semua merek mobil berpangsa besar mencatat penurunan penjualan. Bahkan, Toyota selaku penguasa pasar mencatat penurunan penjualan terdalam, sampai 27%.
Rizwan bilang, saat ekonomi lesu, sulit bagi agen pemegang merek (APM) membuat strategi penjualan untuk mendongkrak penjualan. Sebab, akar persoalan penurunan penjualan karena ekonomi tak bergairah.
Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku APM mobil Toyota mengatakan, penurunan penjualan karena ada penurunan daya beli dari konsumen. “Jika tahun lalu penjualan mobil bisa mencapai 1,2 juta unit, tahun ini akan kurang dari 1,1 juta unit,” kata Rahmat kepada KONTAN, Senin (13/7).
Melihat pasar yang lesu ini, Toyota belum memiliki rencana ekspansi di semester II-2015. Menurut Samolo, saat ini TAM berupaya menjaga kualitas mobilnya, terutama mobil untuk kebutuhan keluarga yang berdaya tampung lebih banyak. “Target pasar kami saat ini adalah menjaga market share,” ujar Rahmat.
Walaupun penjualan menurun, Toyota memang masih menjadi jawara pasar mobil di Semester I-2015 tahun ini, dengan penguasaan pasar sebesar 34,8%. Setelah itu, menyusul Daihatsu dengan pangsa 14,8%, Honda 12,9%, Suzuki 12,6%, Mitsubishi 11,9%, Nissan 3,1%, Isuzu 2,3%, Mazda 0,8%, Datsun 0,5%, dan merek mobil lainnya 6,3%.
Budi Nur Mukmin, General Marketing Strategy and Communications PT Nissan Motor Indonesia (NMI), selaku APM mobil Nissan berharap agar pemerintah segera mencari jalan keluar agar ekonomi bisa tumbuh lebih cepat. “Agar penjualan mobil tidak turun, solusinya ekonomi harus bergairah,” jelas Budi.
Sumber: Kontan
http://www.pemeriksaanpajak.com
pajak@pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak

Tinggalkan komentar