Laju Ekonomi Kuartal II Tak Bisa Menyentuh 5%

1

Jakarta. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua tahun ini diperkirakan masih lambat. Pertumbuhan ekonomi pada periode April-Juni 2015 diprediksi tidak berbeda jauh dari periode sebelumnya. Dorongan ekonomi di kuartal II berasal dari konsumsi saat Ramadhan dan Lebaran.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2015 diungkapkan oleh sejumlah ekonom yang dihubungi kontan. Secara umum mereka menilai, pertumbuhan di kuartal II tak sampai 5%. Salah satunya Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih yang hanya memprediksi pertumbuhan 4,75%.

Angka pertumbuhan ekonomi kuartal II sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal I karena ada peningkatan konsumsi masyarakat saat musim puasa dan lebaran. Ini terlihat dari adanya peningkatan penjualan motor pada Juni sebesar 22,36% month on month (MoM). Sementara penjualan mobil juga naik 3,67% MoM.

Namun dorongan konsumsi saat Ramadhan dan Lebaran tahun ini tidak terlalu kuat mendongkrak pertumbuhan ekonomi karena terjadi hanya di bulan Juni. “Di April dan Mei masih mencatatkan minus sehingga konsumsi rumah tangga cuma sedikit membantu,” kata Lana, Minggu (2/8).

Lana menghitung, di bulan April dan Mei, peningkatan penjualan terjadi di sektor properti, masing-masing sebesar 1,25% dan 1,1%. Dorongan penjualan properti tak terlalu besar, karena belanja pemerintah pada bulan-bulan tersebut belum terlalu besar. Lana mencatat, belanja modal pemerintah sampai Juni masih sebesar 8% dari total Rp 290 triliun tahun ini.

Sedangkan Direktur Eksekutif Indonesia for Economic and Financial Development (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini diperkirakan berada pada kisaran 4,9%-5%. “Musim puasa dan lebaran tidak cukup banyak membantu mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini,” katanya.

Enny bilang, daya beli masyarakat masih melemah sehingga konsumsi dan investasi tidak bisa maksimal mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan realisasi investasi sebesar 16% pada semester I 2015 oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hanya berkontribusi 20% terhadap gdp. Apalagi, kredit perbankan dan modal kerja menurun.

Hal senada diungkapkan Ekonom Standard Chartered Eric Sugandi. Dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini hanya 4,6%, lebih rendah dari kuartal I yang 4,71%. Pendorongnya masih berasal dari konsumsi rumah tangga. Namun kontribusi konsumsi rumah tangga minim akibat terjadi penurunan daya beli.

Genjot Belanja Negara

Dengan mininya pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2015, baik lana, Enny, maupun Eric berharap pemerintah mendongkrak realisasi anggaran sehingga menjadi stimulus di akhir tahun.

Enny bilang, belanja pemerintah secara keseluruhan hingga pertengahan Juli 2015 di bawah 30%. Jika belanja pemerintah bisa agresif di sisa waktu lima bulan, diharapkan hal itu bisa menopang kinerja sektor industri. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,1%.

Eric memprediksi, pertumbuhan ekonomi semester kedua 2015 berada pada kisaran 4,8%-5,2%. Sehingga pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 hanya 4,9%. Dia berharap realisasi program pemerintah di semester kedua akan mendorong stimulus perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Lama memproyeksi, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini berada pada kisaran 4,58%-4,97%. Angka tersebut dengan perhitungan apabila semester kedua nanti pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,32%. “Kuncinya di belanja modal. Kalau pemerintah angresif, angka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4,97%,” tambah Lana.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: