Menanti Paket Deregulasi

3Gejolak di pasar keuangan dalam dua pekan terakhir telah menyita perhatian kita semua. Paling mencolok adalah tekanan yang dihadapi mata uang rupiah, dan mata uang lain di Asia, terhadap kurs dollar Amerika Serikat (AS). Hingga pekan lalu telah stabil di atas Rp 14.000 per dollar AS atau mendekati kurs saat krisis 1998. Sungguh sebuah realitas yang tak menyenangkan.

Gejolak pasar saham juga membuat miris. Indeks harga saham gabungan dalam sepekan kemarin sangat fluktuatif menembus 4.163,73 poin pada black Monday naik turun, hingga 3% berturut-turut, lalu sempat rebound sedikit lalu terhempas lagi ke bawah. Kondisi ini jelas bikin pusing pemodal kecil maupun besar.

Di tengah kondisi pasar keuangan yang rontok seperti ini pemerintah terkesan belum berbuat apa-apa meyakinkan pelaku pasar keuangan maupun masyarakat. Pemerintah hanya aktif berpidato untuk menenangkan pasar yang tengah panik. Pemerintah kembali berjanji mempercepat penyerapan anggaran di APBNP 2015, tanpa aksi yang nyata.

Pemerintah mempropagandakan saat ini Indonesia masih punya banyak duit banyak. Misalnya dana dari pemerintah pusat yang sudah di transfer ke daerah mencapai Rp 273 triliun masih menganggur. Lalu BUMN memiliki cash flow sekitar Rp 165 triliun, ditambah lagi anggaran milik kementerian dan lembaga negara belum terpakai mencapai Rp 400 triliun. Sementara kas dari perusahaan swasta masih tercatat lebih dari Rp 200 triliun.

Namun pemerintah lupa untuk memberikan penjelasan berupa cash flow milik pemerintah pusat dan bagaimana upaya mengatasi potensi short fall atau kegagalan pencapaian penerimaan dari sektor perpajakan yang kabarnya bisa mencapai Rp 200 triliun pada tahun ini. Atau, tidak mengungkapkan apa langkah nyata yang dilakukan untuk mengantisipasi potensi penurunan penerimaan sektor minyak dan gas akibat harga minyak yang longsor hingga di bawah US$ 40 per barrel. Atau apa upaya nyata untuk menguangi belanja pemerintah yang berbasis dollar Amerika Serikat, agar bisa menghemat cadangan devisa yang menipis.

Kini kita masih bisa berharap ada tindakan nyata yang akan diperbuat pemerintah. Presiden sudah mendengungkan janji melakukan perbaikan dan perubahan kebijakan atawa deregulasi. Kabarnya pemerintah ingin merombak kebijakan agar lebih mempermudah berinvestasi bagi dunia usaha. Lalu akan ada upaya mendorong ekspor dengan menghidupkan lagi penjaminan kredit ekspor.

Kiranya deregulasi ini jangan gebrakan populis yang bersifat sepotong-sepotong hanya untuk mengakomodasi sebagian investor apakah itu China atau Jepang yang berjanji menanamkan duit di Indonesia. Misalnya rencana pemerintah untuk membuka keran bagi pekerja asing dengan cara menghapuskan kewajiban bisa berbasa Indonesia.

Jika kebijakan ini dilaksanakan, jelas akan berakibat konyol bagi upaya pemerintah untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja sekaligus menguatkan nilai tukar rupiah. Badan Pusat Statistik mencatat tahun ini jumlah pengangguran sudah bertambah 300.000 orang menjadi sekitar 7,45 juta orang. Apa jadinya jika potensi ketersediaan lapangan kerja musti dibagi dengan pekerja asing yang notabene lebih siap.

Pemerintah perlu melihat fakta data yang disajikan Bank Indonesia bahwa sejak kuartal II 2014 ada tambahan 5.000 tenaga kerja asing sehingga total menjadi 79.000 orang. Sementara jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri mencapai 3,84 juta orang atau turun 131.000 orang. Meskipun jumlah TKI lebih banyak, devisa yang dihasilkan sepanjang tahun ini cuma sekitar US$ 114 juta. Sementara secuil tenaga kerja asing di Indonesia sudah memboyong devisa sekitar US$ 753 juta. Sekali lagi jangan membuat kebijakan blunder.

 

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: