Bebas Pajak, Bisnis Galangan Kapal Berlayar

Galangan-KapalJAKARTA. Rencana penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) 10% untuk galangan kapal melayarkan optimisme bagi pebisnis di industri ini.

Eddy Kurniawan Logam, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Kapal Nasional dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengatakan, kebijakan penghapusan 10% PPN, harga komponen pokok untuk membangun kapal bakal turun. Pasalnya, selama ini, pembelian mesin atau pelat besi yang menjadi komponen utama kapal kena PPN 10%.

Tak seperti PPN produk makanan, PPN peralatan kapal ini tidak bisa dibebankan kepada konsumen. Dalam bisnis kapal, pajak tersebut jadi tanggungan pelaku bisnis galangan kapal.

Karenanya, “Kebijakan ini pasti positif, dan efeknya luas,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (11/9).

Jika pemerintah merealisasikan penghapusan PPN, Eddy berharap, kebijakan ini bisa membuat margin bisnis perusahaan galangan kapal menebal. Sebagai gambaran, untuk total harga penjualan satu unit kapal sebesar 60%-nya merupakan komponen biaya pembelian bahan baku.

Lalu, sebesar 20%-30% merupakan komponen upah pekerja. Komponen tersebut dijumlahkan, ketemu angka sekitar 80%-90%. Nah, sisa antara 10%-20% itulah yang menjadi profit galangan kapal.

Jika PPN dihapuskan, profit perusahaan bisa lebih besar. Asumsinya, biaya komponen pokok sebesar 60% tadi sudah termasuk beban PPN. Nah, jika dihapuskan, maka biaya komponennya bisa berkurang 10%, jadi otomatis profit yang diterima menjadi lebih besar.

Bukan hanya itu, jika PPN dihapuskan, perusahaan galangan kapal bisa saja tidak mengejar margin tapi lebih mengejar kuantitas penjualan, artinya bisa menurunkan harga. Saat biaya komponen turun, harga jual bisa turun. “Jadi, harga kapal buatan dalam negeri bisa lebih kompetitif, enggak kalah sama buatan luar negeri,” tandas Eddy.

Pelayaran kena ciprat

Anita Puji Utami, Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia juga optimistis kebijakan penghapusan PPN 10% akan berdampak baik bagi bisnisnya.

Dari sisi internal, kebijakan ini bisa membuat bisnis galangan kapal lebih leluasa berkembang. Sebab, beban yang tadinya untuk bayar PPN bisa dialihkan untuk pengembangan bisnis sekaligus revitalisasi alat-alat produksi di industri galangan kapal. Jadi, kualitas dan kuantitas produk bisa ditingkatkan.

Sementara dari sisi eksternal, persaingan bisnis galangan kapal bisa menjadi lebih sehat. “Soalnya nanti jadi akan ada equal treatment antara pabrik galangan kapal di Batam dan di luar Batam,” imbuh Anita.

Selama ini, galangan kapal di Batam bebas pajak karena memang dipersiapkan untuk ekspor. Tapi, menurutnya, ini tidak berlaku untuk galangan kapal di luar Batam. Hal ini membuat produk galangan kapal di luar Batam menjadi kurang kompetitif harganya.

Tidak berhenti sampai disana, dengan pembebasan PPN, otomatis bisa dirasakan oleh konsumen galangan kapal, yakni industri pelayaran. Konsumen industri pelayaran di dalam negeri bisa membeli kapal dari galangan kapal lokal dengan harga yang lebih murah dan berkualitas.

Pada akhirnya, pelaku industri pelayaran juga bisa memperkecil biaya transport bagi penumpang maupun jasa angkutan barang. “Secara keseluruhan ekonomi juga bisa berkembang jadinya,” kata Anita.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: