Pebisnis onderdil dipaksa turunkan harga

indexJAKARTA. Kelesuan bisnis mobil dan sepeda motor berefek domino ke industri komponen. Pebisnis komponen menjerit karena agen pemegang merek (APM) memaksa mereka memangkas harga jual komponen 10% lebih.

Hamdani Dzulkarnaen Salim, Ketua Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) menuding, APM tidak mau labanya turun di tengah lesu penjualan yang lesu. “Mereka cenderung ingin menjaga margin keuntungan, akhirnya imbasnya mereka melakukan memangkas ongkos dari komponen otomotif,” tudingnya, Kamis (19/11).

Di sisi lain, pebisnis komponen dalam negeri sangat bergantung pada pasar kepada pabrikan. Seperti kita ketahui, ada dua pasar komponen yakni original equipment manufacturer (OEM) alias yang dijual kepada pabrikan APM.

Pasar lain yakni penjualan after sales service. Masalahnya, porsi penjualan mereka OEM mencapai 60%-70% dan 30%-40% ke after sales service. Tekanan untuk menurunkan harga jual dari APM, ditambah pelemahan rupiah, tak urung membikin pebisnis komponen makin merana.

Catatan GIAMM, dari awal tahun ada 10 perusahaan komponen yang gulung tikar. “Tapi bisa jadi ada lebih dari itu kalo ingin ditelusuri lebih dalam,” ujar Hamdani.

Hingga akhir tahun nanti, GIAMM memprediksi nilai penjualan komponen secara nasional akan turun 20%. Karena itulah, sejumlah pebisnis komponen dalam lingkup GIAMM tengah menyusun strategi untuk meminimalisasi penurunan nilai penjualan.

Semisal, dengan meningkatkan penjualan ekspor. PT Astra Otoparts Tbk menuturkan pendapat taj jauh beda. Produsen komponen yang merupakan bagian dari Grup Astra itu, mengaku kinerja juga menurun lantaran permintaan komponen oleh pabrikan yang sedang lesu.

Tak hanya itu, manajemen Astra Otoparts juga mengaku terganjal oleh kenaikan upah buruh dan harga bahan baku yang semakin mahal. “Ketiga masalah ini cukup membuat bisnis kami terantam,” aku Direktur PT Astra Otoparts Tbk Hugeng Gozali.

Mengintip laporan keuangan kuartal III-2015, pendapatan Astra Otoparts tercatat Rp 8,67 triliun. Catatan pendapatan itu turun 5,56% ketimbang pendapatan pada kuartal III-2014 yakni Rp 9,18 triliun.

 

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: