JAKARTA. Pebisnis ritel pesimistis menatap penjualan selama libur Natal dan tahun baru kali ini. Sebagian dari pelaku industri menilai, pelemahan daya beli menyebabkan pendapatan selama liburan kali ini tidak meriah dibandingkan dengan periode liburan tahun lalu.
Seperti yang dirasakan PT Mitra Adhi Perkasa Tbk. Manajemen perusahaan yang menangani merek pakaian luar negeri ini memproyeksikan penjualan musim libur Natal dan tahu baru kali ini tak sebaik tahun sebelumnya. “Secara keseluruhan ada pertumbuhan meski melambat,” kata Fetty Kwartati, Sekretaris Perusahaan PT Mitra Adhi Perkasa Tbk kepada KONTAN, kemarin (14/12).
Jika selama libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu penjualan naik 10%-15%, maka penjualan pada periode tahun ini masih tumbuh tetapi lebih rendah. Sayang, Fetty tak menyebut angkanya. Dalam perkiraan Fetty, kenaikan penjualan baru akan terasa pada pekan ketiga hingga keempat di bulan Desember.
Hal senada juga disampaikan Fernando Reppi, Head of Public Relation PT Matahari Putra Prima Tbk. Meski ada kenaikan penjualan selama libur Natal dan tahun baru kali ini, pertumbuhannya tidak semeriah pertumbuhan penjualan tahun lalu.
Menurut Fernando, dalam kondisi normal seperti libur Natal dan tahun baru periode sebelumnya, kenaikan penjualan bisa mencapai 12%-14%. Untuk tahun ini, Fernando memproyeksikan kenaikan penjualan mereka hanya bisa 8%-10%. “Sekarang ini, banyak orang menahan belanja, dan ini sudah sejak Lebaran, “jelasnya.
Berbeda dengan manajemen pusat belanja PT Sarinah yang justru pesimistis menatap penjualan selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini. Handriani T. Setyowati, Direktur Operasional Sarinah menyatakan, perusahaan ritel ini telah gencar menggelar promosi, tapi kenaikan penjualan belum jua terlihat.
Padahal, Desember ini Sarinah sudah menawarkan diskon sampai 50%. Biasanya, pada Desember tahun sebelumnya, Sarinah bisa menuai omzet Rp 800 juta. Namun penjualan Desember kali ini diproyeksikan hanya Rp 450 juta. “Sudah 10 hari masih sepi, “kata Handriani.
Pertumbuhan penjualan saat libur Natal dan Tahun Baru kali ini sulit mengulang kesuksesan tahun lalu. Kondisi ini terjadi karena terjadinya penurunan daya beli akibat perlambatan ekonomi.
Sumber: KONTAN
http://www.pemeriksaanpajak.com
pajak@pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak

Tinggalkan komentar