Minat investor di DIRE Syariah minim

JAKARTA. Produk investasi bakal semakin bervariasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok aturan Dana Investasi Real Estat (DIRE) Syariah.

Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadillah Kartikasasi mengatakan, penerbitan aturan ini akan menambah alternatif instrumen investasi, baik bagi manajer investasi atau investor. “Detailnya belum bisa di-share karena masih dalam tahap penggodokan,” kata Fadillah.

Ia optimistis, aturan ini akan menopang pertumbuhan industri DIRE di Indonesia. Apalagi, pemerintah juga tengah mendorong DIRE konvensional dengan insentif pajak melalui paket ekonomi yang sudah diluncurkan.

Analis Infovesta Utama Beben Feri Wibowo mengatakan, aturan ini membutuhkan sosialisasi yang cukup agar mampu menarik investor. Maklum, masyarakat masih terbiasa degan investasi syariah pada saham, sukuk atau reksadana syariah.

“Cepat atau lambat, DIRE Syariah akan terbuka dengan sendirinya, tergantung bagaimana OJK memperkenalkan produk tersebut kepada masyarakat, terutama keuntungan dan risiko,” jelas Beben.

Lebih rumit

Di Indonesia DIRE belum cukup populer. Lihat saja, dana kelolaan DIRE yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga akhir Desember 2015 hanya sekitar Rp 400 miliar.

Dari jumlah itu, investor korporasi menggenggam sekitar Rp 70 miliar, investor individual Rp 60 miliar, dana pensiun Rp 120 miliar dan sisanya investor asuransi sekitar Rp 140 miliar. Hingga kini, manajer investasi juga belum tertarik menerbitkan DIRE syariah.

Direktur Panin Asset Management Ridwan Soetedja mengatakan, masih akan fokus ke reksadana open end. Dia menganggap produk DIRE lebih canggih dan membutuhkan analisa lebih dalam ketimbang produk open end biasa.

Pengelolaan portofolio juga lebih rumit. Selain itu, masyarakat saat ini masih awam terhadap reksadana open end. “Apalagi untuk produk DIRE yang membutuhkan edukasi lebih besar,” kata dia.

Demikian juga dengan Danareksa Investment Management yang mengaku belum berencana menerbitkan DIRE syariah. “Saat ini belum tertarik,” ujar Direktur Utama Danareksa Investment Management Prihatmo Hari.

Sementara Head of Investment BNI Asset Management Hanif Mantiq mengatakan, perusahaannya lebih memilih menerbitkan DIRE konvensional. Rencananya, produk ini akan meluncur pada semester I tahun ini.

“Mungkin berikutnya baru DIRE syariah,” tutur dia. Produk baru tersebut akan berisi aset dasar hotel.

BNI Asset Management menargetkan, dana kelolaan produk ini sekitar Rp 100 miliar untuk satu tahun pertama. Adapun return DIRE diperkirakan antara 10% hingga 15%.



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: