Telunjuk IMF Seperti Mengarah Ke Sini Ya

tax7

Lembaga Moneter Internasional (IMF) memprediksi, ekonomi dunia tahun ini masih rapuh. Prediksi ini bisa jadi ditujukan ke Indonesia. Sebab, faktanya, hingga kini kondisi ekonomi kita masih sangat rapuh.

Dalam laporan IMF yang dilansir BBC, kemarin, disebutkan bahwa pelemahan ekonomi global masih akan terjadi. Pelemahan itu muncul akibat masih adanya guncangan sektor keuangan dunia dan pelambatan ekonomi di China. Akibatnya, pelambatan ekonomi di negara-negara maju akan berlanjut.

“Pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju juga sudah berada di bawah garis dasar, bersamaan dengan melambatnya permintaan dari sejumlah negara. Perlambatan ini bakal menahan laju pemulihan ekonomi global,” tulis IMF dalam laporannya.

Sudah begitu, ekonomi dunia juga tengah menghadapi tantangan berat berupa anjloknya harga minyak dunia dan komoditas lainnya, serta masih adanya konflik geopolitik di kawasan. Kondisi ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi dunia keluar jalur.

Karena itu, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Untuk tahun depan, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan hanya tumbuh sekitar 3,4 persen sampai 3,6 persen.

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada Revrisond Baswir sepakat dengan laporan IMF itu. Kata dia, jika dilihat dari goyangnya sektor keuangan dan anjloknya harga-harga komoditas, ekonomi dunia memang masih rawan terkena guncangan.

Kondisi ini jelas berdampak pada ekonomi Indonesia. Karena itu, dia meminta pemerintah sigap menghadapinya. “Kondisi ini sudah berdampak ke Indonesia. Tahun lalu, ekonomi kita sudah mengalami pelambatan,” ucapnya, tadi malam.

Kata Revrisond, saat ini, ekonomi Indonesia masih jauh dari kata bagus. Hal itu bisa dilihat dari masih maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), melemahnya daya beli masyarakat, dan tidak tercapainya penerimaan negara baik dari pajak maupun dari ekspor.

Untuk mengantisipasi guncangan itu, pemerintah sudah mengeluarkan 10 paket kebijakan ekonomi. Menurut Revrisond, langkah tersebut cukup bagus. Tapi, hal itu tidak akan terlalu kuat untuk membendung pelambatan ekonomi jika suku bunga masih tinggi.

“Saya kira, yang perlu ditunggu dalam waktu dekat ini adalah penurunan suku bunga. Karena, suku bunga di dunia sudah turun, bahkan beberapa negara bahkan sudah negatif. Kalau kita nggak turun, mana mungkin akan kompetitif,” jelasnya.

Revrisond juga meminta pemerintah tidak kepedean dengan pertumbuhan ekonomi yang sudah dicapai. Sebab, ekonomi Indonesia masih sangat kecil. Meski mampu tumbuh 4,79 persen tahun lalu, volumenya masih sangat kecil.

Presiden Jokowi terlihat masih pede dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat membuka Mukernas PKB di JCC awal Februari, Jokowi menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami kenaikan jika dihitung sejak 2015. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk Januari 2016, pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,04 persen. “Alhamdulillah, kenaikan itu membuat saya senang,” ucapnya waktu itu.

Sementara, Kementerian Keuangan masih berharap kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty bisa berlaku tahun ini untuk menambah penerimaan anggaran negara. Namun, pemerintah mulai bersikap realistis dengan mempersiapkan revisi APBN 2016 tanpa memperhitungkan penerimaan dari kebijakan tax amnesty. Revisi APBN 2016 masih bisa dilakukan paling lambat Juli nanti.

Menurut Menkeu Bambang Brodjonegoro, jika kebijakan ini gagal dilaksanakan, Bambang mempertimbangkan pemotongan belanja negara dalam jumlah besar. Adapun menambah utang untuk menambal defisit anggaran, merupakan opsi akhir.

Seperti diketahui, pemerintah mengandalkan kebijakan pengampunan pajak untuk menambah penerimaan negara tahun ini. Dalam RUU Tax Amnesty, pemerintah menjanjikan penghapusan pajak terutang, sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana perpajakan dengan membayar uang tebusan. Berdasarkan perhitungan tahun lalu, pemerintah menargetkan penerimaan pajak dari kebijakan tersebut sebesar Rp 60 triliun.

DPR telah menyetujui RUU Pengampunan Pajak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016. Namun, entah kenapa, DPR terus menunda pembahasan RUU ini.

Sumber: RMOL

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: