Perbankan Kehabisan Tenaga

ff2e5-foriegninvestmentJAKARTA. Paruh pertama tahun 2016 hampir usai. Menghadapi semester kedua, sejumlah bank kehabisan tenaga menggenjot penyaluran kredit. Penurunan bunga tak kuasa menambah stamina.

Permintaan kredit yang terus menurun menjadi biang kendurnya optimisme para bankir. Ekonomi yang lesu membuat debitur menahan diri untuk meminjam duit.

Seretnya permintaan kredit berpotensi menaikkan risiko kredit. Alhasil, perbankan mengerem kredit.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Mandiri A. Siddik Bahruddin menyatakan, pemangkasan target pertumbuhan kredit ini bertujuan mengimbangi perlambatan ekonomi. Menurutnya, situasi sekarang makin tak kondusif sementara permintaan kredit kian minim.

Semula, bank berlogo pita emas ini membidik target pertumbuhan 12%-14%. Bank Mandiri optimistis bisa memacu kredit ritel untuk menutup kelesuan kredit korporasi.

Sedianya, strategi ini diyakini   bisa mengangkat pertumbuhan kredit sampai dua digit. Sayang, situasi tak kondusif. Alhasil, “Target kredit akan direvisi menjadi tumbuh 10%,” ujar Siddik, kemarin.

Direktur Utama Bank Permata Roy A. Arfandy mengatakan, pihaknya bakal menggunting target pertumbuhan kredit di semester II karena risiko kredit bermasalah (NPL) meningkat.

Semula, bank ini memasang target pertumbuhan kredit 8%-10% di 2016. “Kemungkinan kredit akan revisi ke bawah,” katanya kepada KONTAN, Kamis (9/6).

Bank Danamon juga akan menyesuaikan target bisnis semester II. Sebab, hingga Mei 2016 permintaan kredit belum membaik.

Awalnya Danamon memasang target pertumbuhan kredit sebesar 10%.  “Kredit akan lebih rendah dan ke arah bawah karena memang permintaan tidak ada,” ungkap  Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Danamon.

Lesunya kredit otomotif mematahkan rasa percaya diri Bank Danamon. Tapi, Danamon masih berharap permintaan kredit usaha kecil dan menengah (UKM), komersial dan trade finance bakal menanjak di semester II.

Bank Maybank Indonesia  juga sedang mengkaji rencana untuk merevisi target kredit.  Menurut Direktur Korporasi Bank Maybank Indonesia Eri Budiono, Maybank masih menghitung besaran target yang bakal disunat.

Kendati bank lain berupaya memangkas target, Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih optimistis dan akan akan menaikkan targetnya. Meski belum final, BRI akan menaikkan target pertumbuhan kredit 1% lebih tinggi dari target awal yang dipatok 13%-15%.

Juni ini, BRI akan mengevaluasi dan mengajukan revisi target ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Cara ini diyakini bisa mempercantik laba. “BRI akan merevisi pertumbuhan kredit, simpanan, dan laba,” jelas   Haru Koesmahagyo Direktur Keuangan BRI.

Ekonomi yang lesu membuat Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan kredit di kisaran 11%-14% dari sebelumnya 12%–14%. Sebagai gambaran, April 2016, kredit perbankan tumbuh 7,7% menjadi Rp 4.036,3 triliun, melambat dibandingkan pertumbuhan kredit pada Maret yang mencapai 8,4%.

 

Sumber : Harian Kontan , Jumat 10 Juni 2016 Hal 1

Penulis : Nina Dwiantika, Arsy Ani Sucianingsih

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: