Subsidi Listrik 900 VA Dicabut Per Juli

JAKARTA. Pemerintah mulai bersiap untuk mencabut subsidi listrik bagi 18 juta pelanggan listrik rumah tangga dengan daya 900 volt ampere (VA) mulai Juli 2016. Dengan pengalihan subsidi ini, diharapkan bakal menekan pembengkakan subsidi energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan tidak berjalannya program pengalihan pelanggan  listrik dari 900 VA ke 1.300 VA membuat kebutuhan anggaran untuk subsidi meningkat. Makanya kementeriannya akan berupaya untuk mempercepat implementasi peningkatan daya bagi 18 juta pelanggan. “Anggaran subsidi terus naik karena ada penundaan pengalihan pelanggan 900 VA. Kalau semakin ditunda, ya makin tinggi subsidinya,” kata Sudirman, akhir pekan lalu.

Catatan saja, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016 pemerintah mengusulkan alokasi anggaran subsidi listrik Rp 57,16 triliun, naik dari alokasinya dalam APBN 2016 yang sebesar Rp 38,39 triliun.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir menambahkan, PLN siap melaksanakan instruksi pemerintah dalam program pengalihan sambungan daya pelanggan listrik rumah tangga. Menurutnya, PLN akan mulai mengalihkan daya listrik bagi 18 juta pelanggan ini mulai awal Juli 2016.

Namun, kepastian pencabutan subsidi ini masih menunggu hasil dari keputusan rapat terbatas kabinet bersama Presiden Jokowi. “Akan dibahas di ratas, kami targetkan penyesuaiannya subsidi ini bisa mulai 1 Juli, mudah-mudahan,” ujar Sofyan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menyiapkan skema kenaikan tarif bagi 18 juta pelanggan listrik 900 VA. Pertama, akan ada kenaikan tarif listrik sebesar 23%, dari Rp 586 per kilowatt hour (kWh) menjadi Rp 722 per kWh. Tahap kedua, kenaikan 23% dari Rp 722 per kWh menjadi Rp 890 per kWh. Ketiga, kenaikan sebesar 23% dari Rp 890 per kWh menjadi 1.097 per kWh. Keempat, kenaikan 23% dari Rp 1.097 per kWh menjadi Rp 1.352 per kWh.

Pencabutan subsidi energi bagi pelanggan listrik 900 VA ini dilakukan lantaran banyak dinikmati oleh yang tidak berhak. Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dari 22 juta pelanggan PLN golongan rumah tangga 900 VA, hanya 4 juta pelanggan yang benar-benar berhak menikmati subsidi.

Sumber: Harian Kontan 13 Juni 2016

Penulis : Muhammad Yazid

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: