Masih Banyak Hambatan

Hasil pembahasan RAPBN-P 2016 bakal menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi

Meski beberapa asumsi meleset, arah ekonomi Indonesia masih cukup oke. Neraca dagang Mei diprediksi masih bisa surplus sekitar US$ 400 juta. Tapi, hasil pembahasan anggaran akan menentukan arah ekonomi.

Pada akhirnya, Indonesia masih belum bisa meraih predikat layak investasi tahun ini. Dalam laporan mengenai pemeringkatan utang Indonesia yang dirilis pada awal Juni, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) memutuskan tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia.

Peringkat utang Indonesia untuk surat utang jangka panjang masih berada di level BB+. Sementara untuk surat utang jangka pendek, S&P memberi peringkat B. lembaga pemeringkat tersebut menjelaskan, meski Indonesia sudah berhasil meningkatkan kualitas belanja publik dan bisa mencetak hasil fiskal yang melebihi prediksi, tetapi kinerja fiskal Indonesia masih belum membaik secara siklus dan struktural.

S&P mengindikasikan peringkat utang Indonesia bisa meningkat bila bisa memperbaiki kerangka fiskal dan kinerja fiskal jadi lebih baik lagi. Karena itulah, S&P masih memberikan outlook positif bagi Indonesia.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana menilai, bila S&P konsisten dengan penilaian mereka mengenai ekonomi Indonesia saat ini, tampaknya Indonesia belum akan masuk ke level investment grade dalam waktu dekat. “Tapi kami percaya situasi makro saat ini sudah mulai stabil dan bisa menjamin keberlanjutan pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Tax amnesty

Meski begitu, ekonomi Indonesia masih bakal menghadapi banyak tantangan ke depan. Saat ini, pemerintah masih berjibaku menjaga agar inflasi tidak melejit tinggi.

Awal bulan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Mei lalu terjadi inflasi sebesar 0,24%. Sekedar mengingatkan, sebulan sebelumnya Indonesia mencetak deflasi. Dengan inflasi pada Mei lalu, sejak awal tahun tingkat inflasi Indonesia mencapai 3,3%.

BPS menyebut masih bakal ada kemungkinan inflasi selama dua bulan mendatang. Pasalnya, periode Juni-Juli bertepatan dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri. Lantaran permintaan bahan pangan tinggi, biasanya harga-harga akan naik. Tambah lagi, masa tahun ajaran baru juga dimulai di periode ini.

Pemberlakuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 juga bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Pemerintah telah mengajukan rancangan APBN-P tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Ada beberapa hal yang perlu dicermati dari buku neraca pemerintah tersebut. Pertama, masalah pengampunan pajak (tax amnesty). Di RAPBN-P 2016, pemerintah memperkirakan akan ada defisit anggaran 2,48%. Proyeksi ini lebih besar ketimbang proyeksi defisit di APBN 2016, yang cuma 2,15%.

Untuk menutupi defisit tersebut, pemerintah berniat mengandalkan pemasukan dari penerapan tax amnesty, yang diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp 165 triliun. Ini dengan asumsi DPR menerima usulan anggaran pemerintah.

Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy menyebut dalam risetnya, bulan ini akan menjadi bulan yang kritis bagi risiko fiskal. Bila tax amnesty disetujui, risiko fiskal akan berkurang di paruh kedua 2016.

Bila tax amnesty tidak diterima, pemerintah punya rencana cadangan, yakni program pelaporan aset secara sukarela. Cuma, Leo pesimistis program ini bakal menarik pembayar pajak mengumumkan asetnya. Apalagi, program ini juga kekurangan dukungan politis. “Karena itu, penerimaan juga akan lebih kecil,” kata dia.

Kedua,bila tax amnesty gagal, pemerintah juga bakal memangkas subsidi energi. Yang dipertimbangkan dipangkas adalah subsidi solar dan Elpiji 3 kilogram (kg). Dus, harga kedua produk ini bakal naik. Ujung-ujungnya, hal ini bisa mempengaruhi daya beli masyarakat.

Karena itu, BI menghitung pertumbuhan ekonomi tahun ini bakal berada di ambang bawah. Ekonomi cuma akan tumbuh sekitar 5%-5,2%.

Wah, tampaknya ekonomi masih belum bisa melesat.

Sumber: Tabloid Kontan Edisi Khusus 16 Juni 2016

Penulis : Harris Hadinata

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: