Lebih Optimis Hadapi Tantangan

Hasil gambar untuk harga minyakJAKARTA – Walau masih penuh tekanan, perekonomian Indonesia tahun depan diprediksi sedikit membaik. Sejumlah indikator makro membaik didukung harga komoditas dan rendahnya inflasi.

Optimisme perbaikan ekonomi dalam negeri itu tergambar dari sejumlah proyeksi baik lembaga asing maupun lokal. Survei KONTAN ke 28 pucuk pemimpin korporasi atau Chief Executive Officer(CEO) perusahaan besar Tanah Air menunjukkan optimisme tersebut.

Mereka yakin berbagai kebijakan pemerintah dan belanja anggaran negara bisa memompa roda pertumbuhan ekonomi domestik. Apalagi pemerintah juga telah mengeluarkan beragam paket kebijkaan ekonomi, termasuk amnesti pajak demi memompa ekonomi.

Para CEO percaya pemerintah akan menggunakan anggaran belanja tepat sasaran, seperti untuk proyek infrastruktur. Proyek infrastruktur berpeluang menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dalam negeri, sehingga berjalan lebih kencang pada tahun depan.

Namun beberapa tantangan masih mengadang, seperti daya beli masyrakat yang belum pulih, potensi meningkatnya suhu politik dalam negeri, dan ketidakpastian global. “Daya beli cenderung stagnan,” kata Franciscus Welirang, Kepala Divisi Bogasari Flours Mills kepada KONTAN.

Membaiknya ekonomi dibandingkan tahun ini juga diprediksi oleh sejumlah lembaga asing dan domestik. IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 di angka 5,3% Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 di angka 5,3% lalu ADB lebih optimis lagi dengan proyeksi 5,5%, sedang Standard&Poor’s dan Moodys di angka 5,2%. Adapun, APBN 2017 mentargetkan pertumbuhan ekonomi 5,1%.

Proyeksi perbaikan ekonomi juga diungkapkan Mandiri Sekuritas. Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,1% sedikit lebih baik dibanding perkiraan tahun ini 5%. Bayang-bayang risiko global terutama ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan China, serta investasi yang lemah menjadi penyebab masih lemahnya ekonomi tahun depan.

Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy mengatakan, kebijakan AS ke depan diperkirakan akan mempengaruhi sektor keuangan global, termasuk Indonesia. “Dampak ke pertumbuhan ekonomi Indonesia dari proteksi AS tidak besar karena kontribusi PDB Indonesia lebih banyak didorong domestik,” katanya dalam acara Economic Outlook, pekan lalu.

Tantangan Harga Minyak

Ekonomi Indonesia juga akan didorong perbaikan harga komoditas. Ekonom Bidang Industri Bank Mandiri Dendi Ramdani memperkirakan, harga CPO tahun depan mencapai US$ 650- US$700 per ton, batubara US$ 70 per ton, karet US$ 2 per kilogram (kg), nikel US$ 10.000 per ton, dan tembaga US$ 4.850 per ton. Harga minyak mentah rata-rata US$ 56,5  per barel.

Kenaikan harga minyak mentah akan berdampak pada inflasi tahun depan yang diperkirakan 4,2%. Ini akan menjadi tantangan ekonomi domestik tahun depan karena akan mempengaruhi daya beli masyarakat, pasca pencabutan subisidi minyak. Kenaikan harga minyak juga akan membuat tekanan pada harga yang diatur pemerintah (administered prices) nak, terutama kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan penyesuaian BBM. Kenaikan inflasi akan semakin membebani permintaan masyarkat yang masih lemah.

Bank Indonesia (BI) dan pemerintah mengaku melihat tantangan perekonomian di tahun depan. BI memprediksi di tahun depan. BI memprediksi tekanan ekonomi global terutama dipasar keuangan akan lebih berat, seiring rencana kenaikan suku bungan Bank Sentral AS (The Fed) yang lebih tinggi. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo khawatir kenaikan suku bunga The Fed yang lebih tinggi akan membuat arus modal keluar atau capital outflow lebih besar. BI memprediksi ekonomi 2017 tumbuh di kisaran 5% hingga 5,4%.

Penulis: Ghina Ghaliya Quddus, Adinda AM.

Sumber: Harian Kontan, 26 Desember 2016

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: