Saran Rizal Ramli ke Jokowi Agar Ekonomi RI Tumbuh 6,5%

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap perlu memberikan kelonggaran kepada dunia usaha agar bisa menggenjot perekonomian nasional. Raihan sebesar 6,5% dalam kurun waktu dua tahun ke depan bukanlah hal yang mustahil.

Demikian diungkapkan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli kepada detikFinance, Selasa (12/9/2017).

Salah satu bentuk pelonggaran adalah dari sisi pajak. Agresifitas pemerintah mengejar penerimaan pajak membuat kalangan dunia usaha terganggu. Sehingga membuat aktivitas investasi tertunda dan menghambat pertumbuhan sektor lainnya.
“Padahal di negara lain di Eropa, China dan lainnya kala ekonomi melambat justru perlu dipompa dan dilonggarkan. Misalnya, ekonomi lagi susah jangan kejar pajak dulu. Nanti kalau ekonomi bergeliat juga pajak itu bisa naik dengan sendirinya,” jelasnya.

Dalam situasi yang sudah kondusif, pemerintah tinggal menyiapkan skema investasi yang lebih baik. Rizal menganjurkan agar pemerintah menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) dan Build Own Operatie (BOO) yang menarik bagi investor.

Mantan Menko Maritim tersebut juga menyarankan agar revaluasi dan sekuritisasi aset juga digencarkan. “Sehingga ada mesin pertumbuhan yang lain di luar APBN, terutama di luar Jawa,” tegas Rizal.

Selain investasi, konsumsi rumah tangga juga tak boleh luput dari perhatian pemerintah. Apalagi komponen ini memegang peranan setengah dari perekonomian nasional.

Rizal menyoroti harga bahan pangan yang masih sangat tinggi. Bahkan gula hingga daging dijual dengan harga yang dua kali lebih mahal dari harga internasional.

Solusi impor, menurut Rizal bukan sesuatu yang buruk asalkan bisa dikelola dengan benar. Khususnya dalam penetapan kuota impor.”Jadi siapa pun boleh impor tapi harus menggunakan tarif untuk melindungi industri di Indonesia. Jangan dibiasakan ngeles, daya beli tidak turun, ini tidak turun. Yang kita kepengen ada tindakan nyata karena ini kecenderungannya melambat,” ujarnya.

Perbankan juga memiliki peran penting dalam menghidupkan ekonomi. Kredit perbankan harus bisa tumbuh sampai 15-17%, tidak seperti sekarang yang di bawah 10%.

“Juga harus ada kebijakan terobosan lain tak hanya andalkan paket kebijakan ekonomi yang tak efektif ini. Karema selama ini tak berdampak. Ini kebijakan ecek-ecek. Harus ada kebijakan terobosan seperti yang saya lakukan terhadap Garuda dan dunia penerbangan Indonesia tahun 2000-2001,” tukasnya.

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: