Marak soal Aturan Bea Masuk Barang Bawaan Penumpang, Sri Mulyani: Itu Barang Impor

https img o okeinfo net content 2017 09 20 20 1779918 marak soal aturan bea masuk barang bawaan penumpang sri mulyani itu barang impor 5VQ826UAQm jpg

Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya angkat bicara soal ketentuan barang bawaan penumpang dari luar negeri yang merupakan otoritas dari Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan.

Sri Mulyani menjelaskan, sebenarnya tidak terdapat hal yang baru dari ketentuan ini, karena peraturannya sudah ada sejak tahun 1996 dan kemudian dilakukan revisi pada tahun 2010 (Peraturan Menkeu Nomor 188/PMK.04/2010).

“Pada prinsipnya semua barang yang dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia dianggap sebagai barang impor,” tulis Sri Mulyani dalam akun Facebook resminya @smindrawati, Rabu (20/9/2017).

Sri Mulyani menambahkan, untuk barang penumpang yang masuk melalui bandar udara, pelabuhan laut dan perbatasan, maka terutang bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Yang termasuk barang penumpang adalah barang keperluan pribadi penumpang dan barang dagangan. Barang pribadi penumpang adalah semua barang yang dibawa oleh semua penumpang tapi tidak termasuk barang dagangan. Barang dagangan adalah barang yang menurut jenis, sifat, dan jumlah tidak wajar untuk keperluan pribadi.

Pemerintah Indonesia menerapkan pembebasan barang bawaan penumpang sebesar USD250 per orang atau USD1.000 per keluarga, 200 batang sigaret, 25 batang cerutu, atau 100 gram tembakau iris atau hasil tembakau lainnya, dan 1 liter minuman mengandung etil alkohol. Jika penumpang membawa barang pribadi di bawah nilai tersebut maka tidak akan dipungut bea masuk dan pajak impor.

Setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda mengenai besaran pembebasan pajak/bea masuk terhadap barang yang dibawa penumpang ketika memasuki wilayah teritorial negara tersebut, sebagai contoh: Malaysia berkisar antara USD18,75-USD 125, Thailand USD285, Belanda USD330-USD474, Kanada USD153 USD dan Singapura USD150 untuk kurang 48 jam.

“Saya meminta seluruh jajaran Ditjen Bea Cukai untuk terus menerus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial, website, banner, pamflet, leaflet, dan iklan layanan masyarakat agar semakin banyak masyarakat yang memahaminya. Untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat, Ditjen Bea Cukai telah menyediakan contact center Bravo Bea Cukai di 1500225,” lanjut Sri Mulyani.

Menurunya, Kementerian Keuangan senantiasa akan mengevaluasi ketentuan barang bawaan penumpang ini terutama penerapan jumlah deminis value (threshold) dengan mengacu pada international best practice, perekonomian, income perkapita dan tentunya termasuk simplifikasi prosedur agar tidak rumit sehingga disamping asas keadilan juga memberikan kemudahan dan kejelasan.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: