Bisnis Penyewaan Pesawat Pribadi Menukik

Daya beli melemah menyebabkan permintaan sewa pesawat pribadi menurun

Kelesuan bisnis tidak hanya terjadi di sektor ritel dan properti. Bisnis penyewaan pesawat terbang juga terlihat sepi sejak tahun lalu akibat daya beli yang melemah.

Hal yang menimpa PT Ekspres Transportasi Antarbenua, lewat Premiair Group yang mengalami penurunan sewa pesawat jet pribadi. Padahal beberapa tahun yang lalu, penerbangan chartet bisa mencapai 50 jam terbang sebulan. “Sekarang bisnis sedang slow, hanya 20 jam sampai 30 jam terbang sebulan,” ungkap Tony D Hadi, Presiden Direktur Premiar Group, Senin (18/9). Premiair menyediakan 15 armada untuk melayani penerbangan charter dengan tarif rata-rata US$ 10.000 per jam.

Menyiasati hal tersebut, Premiair menyediakan jasa aviasi lain, seperti bengkel pesawat atau maintenance, repair, overhall (MRO) dengan hanggar seluas 8.000 meter persegi (m2) di Jakarta, melalui Wira Jasa Angkasa, yang merupakan subsidiary Premiair Group.

Perusahaan ini melengkapi layanan aviasi dengan ground handling, konsultan layanan bisnis dan lounge. Tony mengakui, untuk saat ini sebagian besar layanan penunjang air craft memberi pemasukan lebih besar ketimbang charter jet pribadi.

Meski permintaan pasar sedang lesu, Premiair tetap optimistis menjalankan usaha di sektor ini. Tony bilang, permintaan sewa jet pribadi tetap ada dari pelaku binis. Selain itu, penerbangan charter juga masih menjadi andalan untuk menjangkau pulau-pulau kecil dengan landasan pendek, yang notebene tidak bisa dilakukan oleh penerbangan reguler.

Adapun bisnis penerbangan charter dengan helikopter bisa dibilang masih lumayan. Sebab itu, sejak setahun belakangan ini, Whitesky Aviation mulai memasarkan Helicity untuk penerbangan sekitar Jakarta, Cikarang, hingga Bandung.

Denon Prawiraatmadja, Presiden Direktur Whitesky Aviation, mneyebutkan, perusahaannya bisa melayani penerbangan Helicity sebanyak 10jam-20 jam terbang per bulan. “Tahun lalu yang memakai jasa ini sepi. Tapi saat Lebaran lalu bisa sampai 60 flight untuk tujuan Jakarta-Bandung,” klaimnya.

Menurut Denon, penggunaan helikopter mulai dimanfaatkan karena lahan pendaratan pesawat tidak begitu luas. Selain cepat, harganya relatif murah ketimbang pesawat jet. Whitesky mematok tarif antara p 1,5 juta- Rp 3,5 juta per penumpang. Armada helikopter yang melayani penerbangan sewa ini sebanyak enam pesawat.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: