Ekonomi Belum Ngebut, Perbankan Dinilai Jadi Biang Keladi

Ekonomi dunia saat ini tengah dalam kondisi yang baik sejak krisis yang menimpa belakangan ini. Namun, membaiknya ekonomi dunia ternyata belum bisa berdampak kepada perekonomian Indonesia.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan dua hal yang penting. Kedua hal tersebut yakni dari pemerintahan dan perbankan.

“Ekonomi itu punya dua jantung. Pertama itu perbankan dan kedua pemerintah, fungsinya sama dia menyedot dana dan memompakan kembali,” ujarnya dalam sebuah diskusi di The Hermitage Hotel, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Pemerintah bertugas menyedot dana dari pajak sebelum akhirnya disalurkan untuk pembangunan infrasturktur. Sementara dari sisi perbankan, mereka menyerap anggaran dari kredit dan sebagainya.

“Perbankan, nyedot dana kurang sehingga memompakan dananya cuma 46,6%. Kecil sekali, negara lain ratusan persen. Lalu pemerintah, nyedot pajak dan memompakan kembali ke infrastruktur. Penerimaan pajaknya sih naik, tapi dibanding pertumbuhan PDB-nya lebih lambat,” jelasnya.

“PDB kita itu paling rendah dan turun, negara lain naik semua ada yang turun, Viietnam, tapi dia levelnya sudah tinggi. Jadi jantungnya semakin lemah. Ya jalannya sekencang 5% itu,” imbuh dia.

Menurut Faisal, kecilnya pertumbuhan ekonomi juga dikarenakan Indonesia terlalu bergantung kepada harga komoditas. Sehingga ketika harga komoditas menurun, maka ekonomi Indonesia juga akan menurun.

“Pertumbuhan kita sangat dipengaruhi komoditas. Harga komoditas cenderung turun, sehingga pertumbuhn ekonomi juga enggak bisa naik. karena industri manufaktur tidak bisa berkembang dan konsumsi juga. Komoditas proyeksinya sampai 2018 masih flat, jadi dapat dipastikan ekonomi masih akan di 5%,” ucapnya.

Hal tersebut juga berpengaruh dengan semakin menutup dirinya Indonesia dari perdagangan dunia. Hal itu dibuktikan dengan semakin menurunnya nilai ekspor dan impor Indonesia.

“Takut gaul, mendekam di rumah saja enggak berani panas-panasan di sinar matahari. Indonesia adalah satu-satunga negara yang ekspor per PDB nya turun. Jadi Indonesia makin tertutup, ekspornya turun semua negara naik. China naik, meskipun impornya juga makin kencang jadi simetris ekspor maupun impor,” jelasnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar