Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan pentingnya sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berada di bawah Kementerian Keuangan dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara.
Pada seminar bertema “Sinergi Reformasi Perpajakan dan Bea Cukai” dalam rangka peringatan Hari Oeang ke-71, Sri Mulyani memaparkan bahwa kedua institusi ini sejauh ini kurang bersinergi padahal keduanya sama-sama institusi yang memiliki fungsi mengumpulkan penerimaan negara.
Dia mengakui, ada sejumlah tantangan dan kendala dalam membuat kedua institusi di bawah pimpinannya itu bersinergi dengan baik. Apalagi, manusia yang bekerja di kedua institusi itu jumlahnya mencapai puluhan ribu.
“Saya akui sekarang Bea Cukai ada 14 ribu, pajak 40 ribu (SDM-nya). Atur sebanyak itu tidak mudah tapi tidak impossible,” kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/10/2017).
Dengan manajemen yang baik, dia meyakini bukan tidak mungkin mensinergikan kedua institusi itu. Hal tersebut dicontohkan dengan mengumpamakan mengurus anak sendiri. “Kalau anak orang mulai berantem dan kita memihak maka akan kacau, yang satu merasa tidak diperhatikan, kacau rumah itu,” jelasnya lebih lanjut.
Sri Mulyani pun mengungkapkan rahasianya dalam mendidik anak yang tengah berseteru menjadi rukun. Dia mengatakan caranya dengan menaruh keduanya di dalam satu kamar mandi. “Yang bagus kayak anak saya, saya masukkan kamar mandi, berantem di situ kalau sudah capek keluar, lapor sama saya,” jelasnya.
“(Tapi) saya enggak mungkin masukan kamar mandi 14 ribu, 40 ribu orang, maka yang saya masukan kamar mandi dirjennya aja (Dirjen Pajak dan Dirjen Bea dan Cukai),” tandasnya.
Sumber : okezone.com
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak

Tinggalkan komentar