BKPM Sosialisasi Kemudahan Berusaha di 90 Kota

BKPM Sosialisasi Kemudahan Berusaha di 90 Kota

Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menggelar sosialisasi kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) di 90 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia pada 2018. Hal itu guna mempercepat kenaikan peringkat Indonesia dari ranking 72 menjadi 40 dalam EoDB.

“Yang kita sepakati dengan kabinet sembilan bulan lalu bahwa kita sosialisais kebudahan berusaha di 90 kabupaten/kota tahun depan,” katanya Kepala BKPM Thomas Lembong dalam acara Indonesia’s Ease Of Doing Business improvement di Gedung BKPM, Jalan Gatot Subroto,  Jakarta, Senin 6 November 2017.

Lembong menuturkan sosialisasi ini dikhususkan bagi daerah yang menjadi kantong-kantong investasi terbesar. Sosialisasi tersebut nantinya dilakukan oleh dua satgas single submission  dan satu satgas reformasi ekonomi yang berada di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian.

“Jadi saya kira akan memanfaatkan satgas ini, mensosialisasikan EoDB ke pemda-pemda,” imbuh dia.

Lembong mencontohkan Banten, Jawa Barat merupakan salah satu kantong perindustrian otomotif dan baja terbesar di Indonesia. Lokasi tersebut bakal menjadi sasaran sosialisasi lantaran selama ini masih terkendala sejumlah proses perizinan di pemerintah daerah.

Namun demikian,  Jakarta dan Surabaya menjadi wilayah dengan kemudahan berusaha yang paling tinggi.  Bahkan PDB terbesar di Indonesia berasal dari dua wilayah tersebut.

“Sekali lagi karena investasi nggak merata, mungkin kita mulai di pemda karena merupakan kantong investasi yang besar besar  di mana EoDB memiliki dampak yang besar itu yang kita prioritaskan,” tutupnya.

Sekadar informasi rangking kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) Indonesia 2018 mengalami peningkatan 19 level dari 91 menjadi 72.

Bank Dunia mencatat reformasi yang telah dilakukan di Jakarta dan Surabaya, dua kota yang diukur oleh laporan tersebut, pada tahun lalu antara lain biaya memulai usaha dibuat lebih rendah dengan penurunan dari sebelumnya 19,4 persen menjadi 10,9 persen pendapatan per kapita.

Biaya mendapatkan sambungan listrik dibuat lebih murah dengan mengurangi biaya sambungan dan sertifikasi kabel internal. Biaya untuk mendapatkan sambungan listrik kini 276 persen dari pendapatan per kapita, turun dari 357 persen. Di Jakarta, dengan proses permintaan untuk sambungan baru yang lebih singkat, listrik juga didapatkan dengan lebih mudah.

Akses perkreditan juga ditingkatkan dengan dibentuknya biro kredit baru. Selain itu, perdagangan lintas negara difasilitasi dengan memperbaiki sistem penagihan elektronik untuk pajak, bea cukai serta pendapatan bukan pajak. Akibatnya, waktu untuk mendapatkan, menyiapkan, memproses, dan mengirimkan dokumen saat mengimpor turun dari 133 jam menjadi 119 jam.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: