Soal Masyarakat Lebih Senang “Leisure”, Apindo Sebut Belum Signifikan

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai perubahan pola perilaku masyarakat dari berbelanja kebutuhan sehari-hari kini cenderung untuk berwisata atau leisure, tidak terlalu signifikan. Pandangan ini berbeda dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan konsumen kini lebih banyak membelanjakan uangnya untuk wisata ketimbang berbelanja.

“Ada juga yang bilang ini shifting ke e-commerceshifting ke leisure, menurut saya enggak terlalu signifikan. Kalau yang leisure saya bisa tahu karena itu termasuk sektor saya, jadi perubahannya, growth-nya juga enggak terlalu signifikan,” kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani kepada pewarta di Bursa Efek Indonesia, Senin (6/11/2017).

Hariyadi mengaku langsung menanyakan soal itu kepada rekannya sesama pengusaha di bidang travel dan travel agent. Menurut temannya itu, belum ada angka signifikan yang menandakan konsumen benar-benar beralih dari belanja ke wisata.

“Yang saya belum tahu itu kalau leisure wisata ke luar negeri. Tapi, saya tanya ke teman-teman travel agent luar negeri, mereka juga bilang enggak terlalu besar juga. Growth itu masih normal, di bawah sepuluh persen,”  ucap Hariyadi.

Sebelumnya, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyebut pergeseran pola perilaku konsumen, dari untuk belanja jadi ke wisata, ditandai dengan beberapa indikator pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal III 2017. Salah satu indikator yang dimaksud adalah meningkatnya konsumsi masyarakat pada hotel dan restoran.

“Pada kuartal III 2017 ini, restoran dan hotel tumbuh signifikan dari 5,01 persen di kuartal III 2016 menjadi 5,52 persen di kuartal III 2017,” ujar Kecuk.

Menurut Kecuk, indikator restoran, hotel, hingga rekreasi terus mengalami peningkatan, meskipun kontribusi terhadap konsumsi rumah tangga belum terlihat signifikan sekitar baru mencapai 14 persen hingga 15 persen.

Sementara itu, berdasarkan data BPS, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2017 mencapai rata-rata 58,42 persen atau naik 4,26 poin dibandingkan TPK September 2016 yang sebesar 54,16 persen.

Demikian juga, jika dibanding dengan TPK Agustus 2017 yang tercatat 58,00 persen, TPK September 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,42 poin.

Sumber : kompas.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: