Pajak e-commerce diminta berlaku juga untuk penjual di sosial media

Potensi bisnis jual beli online atau e-commerce di Tanah Air sangat menggiurkan. Tercatat, transaksi jual beli online di Indonesia pada 2015 mencapai USD 3,5 miliar.

Dari jumlah tersebut, potensi pajak e-commerce juga sangat besar. Untuk itu, pemerintah berencana menerapkan pajak jual beli online atau e-commerce.

Head of Marketing Shopee Indonesia, Handhika Jahja mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam penerapan pajak e-commerce. Namun, regulasi tersebut harus adil ke semua pelaku usaha termasuk penjual lewat sosial media.

“Dari posisi kita sendiri itu, kami minta sistem pajak harus fair (adil) untuk pelaku e-commerce dan penjual di sosial media. Kalau itu bisa fair, kita dukung,” ujarnya diJakarta, Kamis (9/11).

Menurutnya, penjualan melalui media sosial saat ini juga harus diatur. Sehingga, semua jual beli online bisa diatur dengan adanya pajak e-commerce ini.

“Dengan dipajaki orang bisa tahu e-commerce yang taat regulasi,” katanya.

Kendati demikian, Handhika mengusulkan agar pajak e-commerce diterapkan di waktu yang tepat. Namun, dia enggan membeberkan waktu yang tepat tersebut.

Sumber : merdeka.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: