Sri Mulyani Optimis Ekonomi Kuartal IV Tumbuh 5,3 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal IV tahun 2017 bisa berada dalam rentang 5,2 persen hingga 5,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tahun ini secara keseluruhan bisa berada dikisaran 5,1 persen hingga 5,17 persen.

Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV dapat didorong oleh belanja pemerintah. Pasalnya, realisasi belanja negara hingga kuartal III 2017 baru mencapai Rp481,34 triliun atau 22,56 persen dari pagu anggaran 2017 yakni Rp2.133,3 triliun. Meski memang, angka ini lebih besar 9,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp440,14 triliun.

Oleh karena itu, instansinya pun akan memantau kebutugan belanja dan program seluruh Kementerian dan Lembaga hingga akhir tahun nanti.

“Kuartal IV biasanya kami akan mengakselerasi belanja-belanja yang sudah dilakukan. Kami akan memantau kebutuhan, sehingga seluruh program Kementerian dan Lembaga bisa dijalankan. Dan kalau dilihat dari kuartal IV ini terutama kenaikan dari sisi penerimaan dan belanja, ini akan berjalan bersama-sama,” papar Sri Mulyani di kantornya, Jumat (10/11).

Tak hanya itu, ia juga berharap adanya penguatan dari sisi komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) lainnya. Investasi, contohnya, diharapkan bisa melanjutkan tren penguatan seperti pada kuartal sebelumnya. Pada kuartal III, pertumbuhan investasi mencapai 7,11 persen (yoy) dengan berkontribusi terhadap 31,87 persen terhadap PDB.

Ia juga berharap, kinerja ekspor bisa lebih tajam, di mana penguatan harga komoditas bisa jadi penopang pertumbuhan ekonomi.

“Sejak Juli 2017, harga komoditas sudah meningkat, baik batu bara, minyak, gas, dan harga mineral lain. Mungkin kuartal IV Indonesia masih bisa berharap (pertumbuhan ekonomi) 5,3 persen sehingga total di akhir tahun bisa mencapai 5,1 persen hingga 5,17 persen,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga berharap harga-harga pada kuartal IV bisa tetap stabil sehingga bisa menopang daya beli masyarakat. Melambatnya konsumsi rumah tangga pada kuartal III menjadi catatan pemerintah. Kadin bahkan mengusulkan perlu adanya dorongan kebijakan fiskal guna mendongkrak daya beli.

“Kami telah mempelajari usulan tersebut (kadin). Sifatnya dengan apakah promosi menggunakan atau memberikan sesuatu mengenai PPN, akan kita lihat dari sisi aturan,” paparnya.
Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal III sebesar 5,06 persen secara year-on-year atau lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya 5,02 persen. Pertumbuhan itu sebagian besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga, di mana kontribusinya mencapai 55,68 persen dari total PDB.

Sumber : cnnindonesia.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: