Berkat Digitalisasi GoJek Agen Pajak

Waduh, masih kurang Rp 400 triliun lagi. Setoran pajak hingga akhir Oktober 2017 baru mencapai Rp 882,8 triliun, atau sekitar 68,8% dari target penerimaan pajak di APBN-P 2017 sebesar Rp 1.283,6 triliun.

Saya tidak tahu, apakah karena fakta yang rada pahit itu yang mendorong Kementerian Keuangan mengangkat manajemen GoJek menjadi “agen pajak.” Namun, wacana itulah yang mencuat dari pertemuan CEO GoJek Indonesia Nadiem Makarim dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, pada Selasa (7/11) lalu.

Syahdan, manajemen GoJek akan dipercaya mengurus nomor pokok wajik pajak (NPWP) para pengguna GoJek, yang jumlahnya jutaan orang di Indonesia. Termasuk untuk menyetorkan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) ke kantor pajak.

Tak ayal, GoJek pun naik pangkat. Padahal, semula hanya untuk jasa pengantaran barang, jasa angkutan, belanja dan kerjasama dengan perusahaan jasa kurir. Istilah kerennya, menjadi perusahaan penyedia jasa aplikasi (application service provider/ASP) dalam bidang pajak. Untuk itu, GoJek dapat mengutip jasa pembayaran.

Inilah, keampuhan bisnis yang memanfaatkan digitalisasi.  GoJek memang mempunyai database para pelanggan yang jumlahnya sangat banyak di negeri ini.  Lengkap dengan nama dan alamatnya.

GoJek pun punya data akurat soal perilaku pelanggannya. Misalnya, tempat yang lazim dikunjungi pelanggan, seperti salon, kafe, spa, mal, tempat senam dan sebagainya. Termasuk kebiasaan berbelanja apa saja, dan berapa nilai transaksinya.

Saya kira, kantor pajak sangat tertolong. Dengan database tersebut, mereka bisa merekam perkiraan pengeluaran bulanan per pelanggan. Nah, untuk menghitung besaran  pajaknyapun bisa mendekati yang seharusnya. Tidak terlalu besar, atau terlalu kecil.

Sebetulnya, sih, masih ada Uber, Grab, dan perusahaan e-commerce macam Tokopedia, Lazada, Bukalapak yang juga punya akses tentang data perilaku konsumen. Alangkah strategis jika Kementerian Keuangan juga bekerjasama dengan mengangkat mereka sebagar agen pajak.

Mungkin untuk 2017 yang tak sampai dua bulan lagi, hasilnya tidak begitu signifikan. Namun tahun depan, inilah salah satu cara agar realisasi pajak tidak lebih rendah dari target pajak, alias shortfall yang sudah bertengger bertahun-tahun itu.

Sumber : medanbisnisdaily.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: