Harga Gas Industri Tunggu Peraturan Baru

Sekjen Kemenperin Haris Munandar mengungkapkan, implementasi penurunan harga gas untuk industri ke level US$ 6 per mmbtu masih menunggu pengesahan draf permen ESDM terbaru. Saat ini draf permen tersebut masih menunggu proses lebih lanjut di Kemenko Kemaritiman.

“Masih ada 76 perusahaan yang masih menunggu kepastian penurunan harga gas, baru bisa direalisasikan setelah draf permennya diteken,” kata dia.

Haris menjelaskan, permasalah mahalnya harga gas adalah rantai distribusi yang terlalu panjang, sehingga harus ada yang diputus untuk menekan harga. “Memang sulit bagi pemerintah untuk memotong biaya dalam distribusi gas,” ucap dia.

Padahal, menurut dia, jika harga gas turun, pemerintah mendapatkan timbal balik dari penghasilan pajak akibat bertumbuhnya industri pengguna gas, baik berupa pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan (PPh) badan, maupun pajak-pajak lainnya.

Meski demikian, kata Haris, perusahaan penyedia gas tetap harus mengurangi margin keuntungan. Untuk penerapan awal, beban biaya distribusi yang dikurangi bisa ditanggung pemerintah terlebih dahulu dengan melihat struktur beban biaya secara keseluruhan.

“Jadi, sudah jelas ada yang bisa didapatkan dari pemerintah. Kalau industri bisa meningkatkan produksi maka pendapatan pemerintah lebih besar,” tandas dia.

Direktur Kimia Hulu Kemenperin Muhammad Khayam yakin permen ESDM yang baru akan lebih efektif menurunkan harga gas karena aturan ini menjangkau hingga hilir dan mengatur toll fee. Dengan begitu, harga gas diharapkan bisa turun US$ 0,5-1 per mmbtu. Berdasarkan data Kemenperin, kebutuhan gas industri tahun ini mencapai 2.70,39 mmscfd.

“Penentuan toll fee ini lebih efektif karena sebelumnya tidak ada batasan tertentu mengenai biaya distribusi gas. Wacana ini sebenarnya sudah ada sejak 2015,” tutur dia.

Apalagi, kata Khayam, biasanya toll fee untuk industri hilir lebih mahal karena posisinya jauh dari sumber gas. Sedangkan biaya distribusi untuk industri hulu biasanya lebih kecil karena dekat dengan sumber gas.

“Inilah salah satu sumber kesulitan dalam menurunkan harga gas, apalagi banyak industri pengguna merupakan sektor hilir, di mana gas digunakan sebagai energi, bukan bahan baku,” papar dia.

Sumber : beritasatu.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: