Pembangunan infrastruktur Jokowi tak serap tenaga kerja, buat daya beli melemah

Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengkritik proyek infrastruktur yang tengah dikebut pemerintah Jokowi-JK. Menurut Enny, proyek tersebut tidak mampu menyerap tenaga kerja.

“Kalau naik sedikit sih gak apa-apa, ini malah turun (penyerapan tenaga kerja),” kata Enny, dalam sebuah acara diskusi di Graha CIMB Niaga, Senin (4/12).

Enny menjelaskan, penyerapan tenaga kerja manusia di bidang kontruksi infrastruktur mengalami penurunan karena tergantikan oleh alat-alat berat. “Kalau pengen cepat kan pakai alat-alat berat semua. Kita lihat saja misalnya di Jalan Sudirman, berapa gelintir tenaga kerja? Hampir semua dikerjakan oleh mesin-mesin berat,” ujarnya.

Hal-hal seperti itu, lanjutnya, berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Sebab daya beli ditentukan oleh penghasilan, sementara itu banyak tenaga kerja tidak memperoleh kesempatan kerja dan menjadi pengangguran sehingga tidak memiliki penghasilan.

“Itu yang akibatnya dalam jangka pendek, ini tidak berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja, sehingga tidak bisa menopang daya beli masyarakat tadi. Daya beli masyarakat itu kan kalau punya penghasilan, punya pekerjaan.”

Enny berpendapat, alangkah lebih baik jika kontruksi infrastruktur bisa dikombinasikan antara alat berat dengan manusia. Pasalnya, ada beberapa proyek yang memang mengharuskan memakai alat berat seperti pembangunan jalan tol.

“Kalau misalnya pembangunan proyek-proyek infrastruktur itu dikombinasikan, ada proyek-proyek yang memang kalau jalan memang lebih efisien untuk menggunakan alat berat. Tapi selain itu dikombinasikan juga. Enggak seluruhnya, (pembangunan) jalan tol misalnya. Ada perbaikan-perbaikan infrastruktur pedesaan misalnya. Katakanlah dana desa. Dana desa membidik penyerapan tenaga kerja di pedesaan.”

Sebelumnya, Institute for Development of Economic and Finance (Indef) mencatat penyerapan tenaga kerja dari sektor konstruksi masih sangat kecil. Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja oleh sektor ini juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tiga tahun ini.

Tercatat, penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi pada tahun 2015 sebesar 7,72 juta jiwa atau sekitar 6,39 persen. Tahun 2016 penyerapan tenaga kerja sektor ini sebesar 7,71 juta jiwa atau turun 0,01 juta jiwa. Kemudian pada 2017, sektor konstruksi hanya menyerap 7,16 juta jiwa.

Dengan demikian dalam periode 2015-2017 tenaga kerja di sektor konstruksi menyusut 0,56 juta orang.

Sumber : merdeka.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: