Kepatuhan Wajib Pajak Lapor SPT Rendah

Tingkat kepatuhan wajib pajak di lingkup kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II dalam hal pelaporan surat pemberitahuan tahunan pajak sangat rendah. Hingga pekan pertama Desember 2017, DJP Jabar II berada pada peringkat ke-31 dari total 33 kanwil se-Indonesia perihal kepatuhan wajib pajak.

Kepala Seksi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jabar II Dedi Suartono menyebutkan, ada 1,6 juta wajib pajak dari kalangan karyawan, 106 ribu wajib pajak badan, dan 240 ribu dari kalangan pengusaha. Dari ketiga kelompok tersebut, kepatuhan kalangan pengusaha dari unsur nonkaryawan serta pelaku UKM yang terendah, yakni hanya 32 persen.

Sementara kelompok wajib pajak badan juga karyawan, kepatuhannya berkisar 54 persen dan 55 persen.

“Sisanya, para pemilik NPWP yang tidak melaporkan SPT dikarenakan berbagai alasan,” kata Dedi, Rabu, 6 Desember 2017.

Salah satu kondisi yang banyak terjadi ialah pembuatan NPWP untuk keperluan melamar kerja. Kepemilikan NPWP yang dijadikan prasyarat melamar kerja itu membuat para pencari kerja akhirnya memproses pembuatan NPWP.

“Di salah satu kantor pelayanan kami, pemohon pembuatan ini bahkan bisa mencapai 150 orang per harinya,” katanya.

Permasalahan pun muncul manakala para pelamar tersebut nyatanya tidak diterima pada lowongan pekerjaan yang diincar. Walhasil, mereka menjadi pemegang NPWP yang tak memiliki penghasilan tetap hingga akhirnya tak melakukan pelaporan SPT yang semestinya dilakukan setahun sekali.

Permasalahan lain yang juga mempengaruhi rendahnya kepatuhan pelaporan SPT ialah dari kalangan pelaku usaha yang belum stabil omset usahanya.

“Saat usaha sedang baik, mungkin mereka tertib dan disiplin. Namun saat usaha lesu, sering kali tak memikirkan hal lain, apalagi semisal pelaporan SPT,” katanya.

Kondisi kedua ini bahkan jamak terjadi pada skala nasional. Dedi menyebutkan data, dari 19 juta pemilik NPWP di Indonesia, sebagian di antaranya merupakan pemilik usaha. Dari total sekitar 9 juta pemegang NPWP dari kalangan pelaku usaha, hanya satu juta di antaranya yang melaporkan SPT-nya.

“Sisanya, bisa jadi sama dengan kelompok ketiga, yakni yang tidak melapor karena merasa kesulitan dalam melakukan pengisian,” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya akan mengupayakan agar pengisian SPT bisa dipermudah. Salah satu kiat yang diupayakan ialah dengan membuka kelas pajak.

Sumber : pikiran-rakyat.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: