BPS Yakin Daya Beli Tidak Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan meski pengeluaran konsumsi rumah tangga mengalami per lam batan pada kuartal III/2017, yakni sebesar4,93%, tapibukanberarti daya beli masyarakat juga mengalami penurunan.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati mengatakan, pengeluaran konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat merupakan dua hal berbeda. Menurut dia, terjadi pergeseran konsumsi di masyarakat yang selamainiberbelanja offline menjadi ke arah online. ”Transaksi online yang di – laku kan penduduk Indonesia se betulnya masih kecil. Ber – dasar k an survei kami baru 1-2% dari PDB. Apakah memenga ruhi online? Mungkin iya. Na mun, menurut BPS tidak me menga – ruhi daya beli,” ujarnya di Bogor, akhir pekan lalu.

Menurut Sri, masyarakat yang pendapatannya semakin tinggi, maka lebih banyak me – lakukan transaksi online dibandingkan dengan masyarakat berpendapatan rendah. ”Dari survei kami, transaksi online lebih banyak untuk membeli kebutuhan jam, tas, dan sepatu. Jarang sekali membeli beras, gula, secara online,” ungkapnya. Dia menilai yang terjadi perlambatan selama ini adalah konsumsi, bukan daya beli ma – syarakat. ”Daya beli itu ke mam – puan kita untuk membeli, ber – beda dengan konsumsi. Kita mungkin mau consume, kita mampu membeli, tapi tidak mau membeli, kita tidak ingin konsumsi, itu kan bukan berarti daya belinya turun,” katanya.

Di sisi lain, belum mem baik – nya lapisan bawah dan ke cen – derungan lapisan menengah dan atas menahan belanja me – nye babkan pengeluaran kon – sumsi rumah tangga tumbuh melambat. Dari golongan me – ne ngah bawah seperti upah bu – ruh bangunan pada kuar tal/III mengalami penurunan.

Sumber : koran-sindo.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar