Akhir Tahun 2017, Dirjen Bea Cukai Catatkan Penerimaan Pajak Rp 152 Triliun

Menjelang akhir tahun 2017, Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia terus mengenjot penerimaan pajak terhadap barang ekspor dan impor.

Total penerimaan pajak mengalami kenaikan 10,44 persen dengan nominal sekitar Rp 152 triliun.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan jumlah tersebut telah meningkat sekitar 7,33 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kenaikan itu dipicu oleh diperketatnya beberapa tempat-tempat potensial seperti bandara dan pelabuhan agar semua barang yang masuk bisa dikenakan pajak untuk menambah pendapatan negara. Tahun lalu total penerimaan hanya Rp 142 triliun saja,” ujarnya pada Senin (18/12/2017).

Menurutnya total tersebut terbagi dari empat penerimaan pajak dan keempatnya mengalami pertumbuhan yang signifikan.

“Penerimaan dari cukai tembakau tercatat sekitar Rp 116 triliun naik sekitar 6,09 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya tercatat sekitar Rp 109 triliun, Bea masuk tercatat sekitar Rp 33 triliun naik sekitar 10,44 persen dan penerimaan dari bea keluar tercatat sekitar Rp 3,8 triliun atau naik 35,47 persen,” tuturnya.

Heru menambahkan, jika untuk penerimaan pajak cukai tembakau akan bertambah hingga akhir tahun dan akan naik sekitar tiga kali lipat.

“Kenaikan untuk cukai tembakau bisa bertambah di akhir tahun ini karena ada beberapa perusahaan yang belum membayar pajaknya jadi kami perkirakan akan bertambah. Namun kami optimis bisa melampaui target Rp 189 triliun,” tambahnya.

Pihaknya menegaskan jika terus memperketat wilayah-wilayah yang menjadi ladang subur bagi penyelundupan barang-barang dari luar negeri.

“Sekarang para penyelundup tidak berani melalui bandara maupun pelabuhan karena sudah kami perketat. Namun kami mewaspadai jalan tikus di Indonesia yang masih banyak bertebaran seperti di perbatasan antar negara,” tegasnya.

“Seperti perbatasan antara Malaysia dengan Indonesia dan sepanjang pantai di seluruh pulau di Indonesia. Hal itu selalu dimanfaatkan oleh para penyelundup agar terhindar dari pajak,” sambung Heru.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai, Robert Leonard Marbun menuturkan jika prediksi ekonomi makro pada tahun 2018, Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

“Kami melihat tahun depan untuk masalah inflasi akan berada 3,5 persen dan untuk suku bunga berada di 5,4 persen dan untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar tetap stabil diangka Rp 13.400 per dollar,” tegasnya.

Tegasnya, pada tahun depan target penerimaan kepabeanan dan cukai akan naik diangka Rp 194 triliun.

“Total tersebut akan kami bagi dalam bea masuk ditargetkan sekitar Rp 35 triliun, bea keluar ditargetkan sekitar 3 triliun dan cukai ditargetkan sekitar Rp 155 triliun,” pungkasnya.

Sumber : tribunnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: