TARGET PENERIMAAN PAJAK : Ditjen Pajak Mulai Realistis

Ditjen Pajak hanya memiliki waktu kurang dari 2 minggu untuk mengejar sisa penerimaan pajak senilai Rp237,5 triliun.

Namun demikian, pemerintah menyadari dengan realisasi penerimaan pajak per Rabu (13/12) yang mencapai 81,5% atau Rp1.046,1 triliun, target penerimaan pajak senilai Rp1.283,6 triliun sulit terealisasi.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengaku belum bisa memprediksi outlook penerimaan pajak yang terkumpul hingga akhir tahun nanti. Dengan waktu yang tersisa, otoritas pajak tetap berupaya supaya shortfall tak terus melebar dan defisit anggaran tetap terjaga pada angka 2,6%-2,8%.

“Memang tidak 100%, tetapi APBN amanlah, sudah saya hitung itu. Defisit yang jelas di bawah 2,9%,” kata Robert kepada Bisnis, Kamis (14/12).

Optimisme Robert soal APBN itu didukung dengan kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang naik cukup signifikan. Selain itu, pengeluaran yang tak terserap 100% juga akan mendukung kredibilitas APBNP 2017.

Khusus soal pajak, Robert memastikan, pihaknya akan terus mengawal hingga akhir tahun tiba. Dia menyebutkan secara umum sebenarnya potensi penerimaan pada akhir tahun cukup tinggi. Momentum hari raya serta banyaknya even belanja akhir tahun akan mengerek penerimaan pajak. Penerimaan pajak dari belanja negara juga akan menambal beban anggaran tahun ini.

“Itu potensi, penerimaan yang bukan dikejar-kejar. Belum lagi masyarakat belanja akhir tahun mereka belanja dan menghasilkan potensi PPN buat kita,” ungkapnya.

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Ditjen Pajak memastikan bahwa proses law enforcement tetap berjalan. Wajib Pajak (WP) yang tak patuh akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mekanisme penegakan hukumnya bakal didasarkan data yang akurat supaya tak menimbulkan polemik.

Untuk mendukung upaya penegakan hukum, Ditjen Pajak tengah membangun sistem yang bisa mengelompokkan baik WP yang patuh maupun tidak patuh. Dengan sistem tersebut, tindakan yang dilakukan Ditjen Pajak jauh lebih proporsional.

“Kalau yang tidak patuh [law enforcement] tidak apa-apa itu. Tetapi jangan sampai hal itu terjadi kepada WP yang sudah patuh,” kata Robert.

Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), mengatakan bahwa meski masih 81,5%, kinerja penerimaan pajak hingga akhir Desember masih sesuai dengan perkiraannya. Penerimaan pajak, menurutnya, akan melonjak hingga pekan ketiga dan empat bulan ini.

“Jadi masih on track, biasanya nanti sekalian rekonsiliasi dan tutup buku bagi perusahaan dan bendaharawan,” kata Prastowo.

Dengan kinerja penerimaan tersebut, lanjut Prastowo, penerimaan pajak tahun ini masih pada kisaran 90% sampai dengan 92%. Peluang penerimaan pajak akhir tahun juga akan naik cukup signifikan seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

“PPN yang tumbuh bagus, salah satunya juga karena join audit dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,” jelasnya.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: