Demi Capai Target Pajak 2018, Harus Ada Penguatan Sistem IT Perpajakan

Untuk mencapai target penerimaan pajak tahun 2018, Direktorat Jenderal Perpajakan dinilai harus melakukan langkah-langkah besar. Salah satunya penguatan sistem teknologi informasi di lembaga itu.

Hal itu disampaikan ‎Anggota Komisi XI DPR, M.Misbakhun, Kamis (21/12).‎ “Sistem informasi perpajakan di Indonesia saat ini sudah mulai ketinggalan dan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan dan penguatan,” kata Misbakhun.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada Dialog Hipmi-Kadin yang bertajuk “Arah Kebijakan Perpajakan 2018″. Selain Misbakhun, acara dihadiri Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani dan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia. Sementara Dirjen Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan turut hadir dalam acara tersebut dan menjadi pembicara kunci. Dialog tersebut dimoderatori langsung oleh Maruarar Sirait, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.‎

Menurut Misbakhun, salah satu penguatan teknologi informasi dalam perpajakan adalah dengan menerapkan PPN Gateway. Menurutnya PPN Gateway tersebut sangat penting bagi pengusaha yang patuh dan taat membayar pajak. ‎ Baginya, PPN Gateway bermanfaat sangat banyak dan juga akan sinkron sebagai alat perbaikan sistem IT Perpajakan. Dan akan memperkuat pelayanan di perpajakan itu sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan adanya PPN Gateway, menurut dia, para pengusaha sebagai wajib pajak akan merasa lebih mudah dan nyaman. Sebab sistem ini langsung terkoneksi dengan kantor pajak. “Berbeda dengan pengusaha yang tidak taat pajak, pasti bagi mereka akan menjadi masalah,” imbuhnya.

Mantan pegawai Ditjen Perpajakan itu mengungkapkan sistem ini akan semakin kuat jika ke depan orientasi kebijakan tersebut masuk ke semua sektor. Menurutnya kunci dari keberhasilan sistem ini jika semua data Nomor Induk Pegawai (NIP) diberikan kepada direktorat jenderal pajak. ‎

Misbakhun juga sempat menyampaikan adanya keluhan masuk ke Komisi XI DPR soal perlunya perlakuan yang adil dari Pemerintah soal perpajakan. Sejumlah Wajib Pajak yang taat mengaku dikejar-kejar, sedangkan mereka tahu ada Wajib Pajak yang tidak taat malah kurang menjadi perhatian. ‎

“Isu yang sampai di DPR adalah seperti itu. Sampai ada perumpamaan, ‘dari berburu ke kebun binatang sampai mancing di akuarium’,” kata Misbakhun.

Untuk diketahui, target penerimaan pajak pada APBN 2018 adalah sebesar Rp 1.423,9 triliun. Sejumlah pihak sudah menyatakan pesimismenya atas terpenuhinya target itu. Sejumlah pihak menilai target realistis hanya sekitar 85-90 persen dari angka itu.

Sumber : beritasatu.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: