2018, migas dan tambang masih penuh ketidakpastian

2018, migas dan tambang masih penuh ketidakpastian

Memasuki tahun baru pasti membuncah harapan baru. Tidak terkecuali untuk sektor minyak dan gas (migas) yang sampai separuh tahun 2017 masih lesu. Secercah harapan muncul tatkala harga minyak mentah dunia mulai menanjak beberapa bulan terakhir. Biar begitu, industri migas tampaknya masih akan temaram di tahun 2018 nanti.

Direktur Eksektutif IESR Fabby Tumiwa memproyeksi, pada tahun depan tidak banyak investasi di sektor hulu migas karena masih banyak ketidakpastian regulasi, termasuk peraturan perpajakan untuk skema gross split.

Menurut Fabby, para investor membutuhkan waktu melakukan analisis ekonomi dan risiko hulu migas. “Gross split dan pajak menjadi isu. Untuk itu kita harus menunggu karena pajak menjadi perhatian untuk lapangan baru,” jelas Fabby, Jumat (22/12).

Sejumlah perusahaan migas yang masih bertahan di Indonesia hanya melaksanakan kegiatan produksi saja di lapangan migas yang mereka kelola. “Mereka tidak ingin melakukan pengembangan di lapangan baru atau melakukan investasi baru. Ini yang saya maksud investor besar tidak benar-benar pergi tapi menunggu dan melihat adanya regulasi baru,” kata Fabby.

Maryati Abdulah, Kordinator Nasional Publish What You Pay Indonesia menyebutkan, upaya pemerintah menerapkan gross split demi menarik investasi tidak di waktu tepat. Pasalnya kondisi geopolitik global kurang kondusif ,sehingga investasi migas di Indonesia tidak lagi menari dibandingkan dengan negara lain.

Di sisi hilir migas, Maryati menyoroti kemungkinan masuknya pemburu rente menjelang tahun politik pada tahun depan. Apalagi perputaran uang di sektor migas cukup besar.

Sementara itu, SKK Migas masih cukup optimistis memandang sektor hulu migas. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher menyebutkan, pihaknya menargetkan investasi hulu migas tahun depan bisa lebih dari US$ 12 miliar. Tahun ini realisasi investasi migas antara US$ 10,5 miliar–US$ 11 miliar. Sedangkan target awal tahun ini sebesar US$ 12 miliar.

Tahun 2018 diproyeksikan porsi investasi kegiatan eksplorasi bisa mencapai 10%–15% dari total seluruh investasi. Sementara target produksi migas diproyeksi mencapai 2 juta boepd. “Ada empat proyek fase puncak produksi dan lima POD baru di 2018,” ujar Wisnu.

Sumber : kontan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: