CUKAI BERISIKO TINGGI: Ditjen Bea Cukai Akan Intens Lakukan Penertiban

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan secara intens melalukan penertiban cukai berisiko tinggi yang mencakup penggunaan pita cukai palsu dan cukai ilegal.

Rudy Rahmaddi, Kasubdit Penerimaan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, mengatakan pemberantasan cukai berisiko tinggi dilakukan, karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, kontribusinya terhadap penerimaan cukup signifikan.

“Karena dengan kegiatan tersebut, pengguna cukai yang legal praktis terlindungi dan bisa mengembangkan pasar mereka,” kata Rudy kepada Bisnis, Selasa (2/1/2018).

Rudy menjelaskan, kontribusi pemberantasan cukai ilegal sangat berpengaruh terhadap penerimaan cukai pemerintah, setidaknya untuk tahun ini.
Memang, lanjut dia, ada penurunan produksi rokok, tetapi dibandingkan dengan upaya pemerintah untuk memberikan kepastian kepada pelaku usaha yang patuh, hal itu tak terlalu memengaruhi penerimaan DJBC.

Oleh karena itu, ke depan, dengan target penerimaan DJBC yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu atau senilai Rp194,1 triliun, intensifikasi berupa pemberantasan cukai ilegal tetap menjadi straregi untuk menggenjot penerimaan.

“Kalau di kepabeanan ada penertiban importir berisiko tinggi, cukaipun demikian,” jelasnya.

Adapun realisasi penerimaan DJBC hingga akhir 2017 senilai Rp192,3 triliun atau 101,7% dari APBNP 2017 senilai Rp189,1 triliun. Capaian tersebut merupakan yang pertama kali dalam 3 tahun terakhir melebihi target APBNP.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: