ESDM Klaim Sumbang 50% PNBP Nasional 2017

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan menggelar rapat kerja pertama di 2018 bersama eselon I dan II di Pos Pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Selasa, 2 Januari 2018.

Dalam rapat kerja ini Menteri ESDM menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian ESDM karena sektor ESDM berhasil memberikan 50 persen penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di 2017.

“ESDM memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dibuktikan dengan data bahwa 2017, kontribusi PNBP sektor ESDM diperkirakan mencapai Rp129,07 triliun atau 49,6 persen dari PNBP nasional 2017 yang sebesar Rp260 triliun. Hampir separuhnya dari sektor ESDM,” ungkap Menteri Jonan di Pos Pengamatan Gunungapai Agung, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Selain itu, secara agregat pencapaian PNBP sektor ESDM lebih besar tahun ini dibandingkan dua tahun lalu, 2016 sektor ESDM memberikan Rp79,94 triliun, pada 2015 sebesar Rp118,71 triliun. Tahun ini, sektor ESDM telah melebihi target PNBP dalam APBN-P 2017 sebesar 116 persen yakni Rp129,06 triliun.

Pada sub-sektor migas per tanggal 29 Desember 2017 PNBP diperkirakan telah membukukan Rp85,6 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari target 2017 sebesar Rp76,6 triliun. Sedangkan PNBP Sumber Daya Alam Migas sebesar Rp79,65 triliun dan migas lainnya sebesar Rp6 triliun.

“Di samping itu, penerimaan negara yang didapat dari Pajak Penghasilan (PPh) migas adalah sebesar Rp49 triliun, sehingga total penerimaan dari subsektor migas mencapai Rp135 triliun atau 113 persen dari target APBNP yang sebesar Rp119 triliun. Tahun 2016, penerimaan dari subsektor ini adalah sebesar Rp87 triliun,” ungkap Menteri Jonan.

Pada periode yang sama, PNBP subsektor minerba diperkirakan menembus angka Rp40,6 triliun atau 125 persen lebih tinggi dari target APBN-P 2017 yang sebesar Rp32,7 triliun. Sedangkan pada tahun 2016 PNBP subsektor minerba tercatat sebesar Rp27 triliun.

“Penerimaan dari subsektor ini terdiri dari royalti sebesar Rp23,2 triliun, penjualan hasil tambang Rp16,9 triliun dan iuran tetap yang sebesar Rp500 miliar,” lanjutnya.

Subsektor EBTKE, lanjut Menteri ESDM, juga mencatatkan raihan PNBP 140 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Hingga 29 Desember 2017, penerimaan panas bumi diperkirakan mencapai Rp933 miliar, sementara target dalam APBNP 2017 adalah Rp671 miliar. Penerimaan panas bumi ini terdiri dari PNBP Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) eksisting sebesar Rp909 miliar dan WKP Izin Panas Bumi sebesar Rp24 miliar.

Selain ketiga subsektor di atas, tercatat sekitar Rp1,87 triliun juga didapat dari beberapa kegiatan lain, yaitu sekitar Rp1,16 triliun dari PNBP Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), yang terdiri dari iuran Badan Usaha dari kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) sekitar Rp863 miliar dan iuran Badan Usaha dari kegiatan usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa adalah sekitar Rp294 miliar.

Selain itu, sekitar Rp730 miliar diperoleh dari kegiatan-kegiatan seperti penjualan dan sewa jasa, pendidikan serta Badan Layanan Umum.

“Capaian di atas menunjukkan bahwa selain sebagai penjamin sumber pasokan energi dengan harga yang terjangkau serta  kemampuan  meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sektor ESDM juga menjadi andalan dan berpengaruh dalam mendukung pembangunan dan perekonomian nasional,” tutupnya.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: