Pemerintah Klaim Pajak Tak Berhubungan Dengan Konsumsi Rumah Tangga

Pemerintah mengklaim naiknya penerimaan negara dari pajak tak berhubungan konsumsi rumah tangga masyarakat.

Pada 2017, realisasi PPN mencapai Rp480,73 triliun atau 101,1% dari target APBN-P 2017 yang sebesar Rp475,48 triliun. Angka ini juga menunjukkan pertumbuhan 16,62% dari tahun sebelumnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan pencapaian tersebut bukan berarti pemerintah ofensif, tapi justru disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat.

Berdasarkan catatan Bisnis, total penerimaan pajak 2017 adalah Rp1.151 triliun. Pembayaran pajak secara sukarela berkontribusi 85% dari total penerimaan, sedangkan 15% lainnya masih merupakan hasil dari upaya luar biasa yang gencar dilakukan otoritas pajak.

“Kita lihat konsumsi rumah tangga itu tumbuh dari 4,93% pada kuartal III/2017 menjadi 4,97% pada kuartal IV/2017, artinya itu naik,” jelasnya, Selasa (6/2/2018).

Selanjutnya, tutur Suahasil, yang perlu identifikasi hanyalah indikator pertumbuhan konsumsi rumah tangga tersebut. Nantinya, indikator-indikator itu yang akan menjadi prioritas pemerintah ke depannya.

Adapun indikator utama pertumbuhan ekonomi adalah ekspor dan investasi. Dua komponen ini penting karena menunjukkan situasi ekonomi yang sedang bekerja.

“Artinya, kegiatan ekonomi mulai berjalan. Pasti nanti akan ada proses untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan konsumsi rumah tangga juga,” paparnya.

Jika momentum pertumbuhan ekspor dan investasi dapat dijaga, diharapkan nantinya pertumbuhan konsumsi rumah tangga dapat melonjak hingga 5,1%.

Sebaliknya, ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menyatakan kebijakan pengumpulan pajak pemerintah sangat berpengaruh pada konsumsi rumah tangga.

“Ya kita tahu lah kenapa banyak orang menahan pengeluarannya, karena memang isu pajak itu dominan sekali. Terakhir, pemerintah kan mau minta laporan kartu kredit,” tuturnya.

Menurut Lana, pada saat isu pelaporan transaksi kartu kredit oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu pertama kali muncul pada 2015, konsumsi rumah tangga kelas menengah mengalami penurunan yang signifikan.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: